Pelurusan Mitos tentang Diet Ini Wajib Anda Tahu
Rabu, 19 Agustus 2020 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
Mitos:
Diet ketogenik adalah cara sehat menurunkan berat badan
Fakta:
Diet ini membuat tubuh kehilangan nutrisi yang diperlukan. Diet ini membuat karbohidrat yang dikonsumsi sangat sedikit. Jumlah protein sedang, sementara jumlah lemak sangat tinggi sehingga tubuh dipaksa mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Vitamin dan mineral yang diserap tubuh lebih sedikit dan kekurangan serat.
Mitos:
Cleansing diet dengan jus adalah strategi yang baik untuk turun berat badan.
Fakta:
Sayuran tidak banyak mengandung nutrisi utama seperti protein yang membantu memuaskan nafsu makan dan mempertahankan massa otot. Berat badan yang hilang saat diet kemungkinan akan kembali lagi saat Anda mulai makan normal. Makan buah dan sayuran utuh sebagai bagian dari diet seimbang akan jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang.
Mitos:
Karbohidrat membuat berat badan bertambah.
Fakta:
Karbohidrat tidak dapat disalahkan atas penambahan berat badan. Untuk memastikan diet seimbang, Filosofi Nutrisi Global Herbalife merekomendasikan 40% asupan kalori harian berasal dari sumber karbohidrat yang sehat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang juga memberikan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, serat, serta vitamin B untuk tubuh. (Baca Juga: Kasus Langka Bangkit dari Kematian, Ahli Beberkan Teori Penyebabnya )
Mitos:
Puasa intermiten merupakan cara efektif bagi setiap orang yang ingin mendapatkan berat badan ideal.
Fakta:
Puasa intermiten adalah istilah umum untuk berbagai jadwal waktu makan yang berputar antara puasa sukarela dan nonpuasa selama periode tertentu. Padahal, mereka yang memiliki kondisi medis seperti diabetes atau mereka yang sedang menjalani pengobatan untuk tekanan darah atau penyakit jantung harus menghindari puasa intermiten. Karena jika diet ini dijalani tanpa konsultasi dulu dengan dokter, maka dapat berisiko kadar glukosa darah turun atau meningkat secara berbahaya dan adanya risiko kelainan elektrolit.
Mitos:
Diet sangat rendah lemak baik untuk menurunkan berat badan.
Fakta:
Keberadaan lemak penting untuk membantu membangun membran sel dan hormon, serta membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak. Banyak diet rendah lemak yang hanya menggantikan kalori lemak dengan karbohidrat dan gula yang diproses tinggi. Penelitian juga menunjukkan hanya penurunan minimal berat badan setelah tahun pertama dari diet sangat rendah lemak. Ini adalah strategi penurunan berat badan yang tidak efektif.
Diet ketogenik adalah cara sehat menurunkan berat badan
Fakta:
Diet ini membuat tubuh kehilangan nutrisi yang diperlukan. Diet ini membuat karbohidrat yang dikonsumsi sangat sedikit. Jumlah protein sedang, sementara jumlah lemak sangat tinggi sehingga tubuh dipaksa mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Vitamin dan mineral yang diserap tubuh lebih sedikit dan kekurangan serat.
Mitos:
Cleansing diet dengan jus adalah strategi yang baik untuk turun berat badan.
Fakta:
Sayuran tidak banyak mengandung nutrisi utama seperti protein yang membantu memuaskan nafsu makan dan mempertahankan massa otot. Berat badan yang hilang saat diet kemungkinan akan kembali lagi saat Anda mulai makan normal. Makan buah dan sayuran utuh sebagai bagian dari diet seimbang akan jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang.
Mitos:
Karbohidrat membuat berat badan bertambah.
Fakta:
Karbohidrat tidak dapat disalahkan atas penambahan berat badan. Untuk memastikan diet seimbang, Filosofi Nutrisi Global Herbalife merekomendasikan 40% asupan kalori harian berasal dari sumber karbohidrat yang sehat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang juga memberikan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, serat, serta vitamin B untuk tubuh. (Baca Juga: Kasus Langka Bangkit dari Kematian, Ahli Beberkan Teori Penyebabnya )
Mitos:
Puasa intermiten merupakan cara efektif bagi setiap orang yang ingin mendapatkan berat badan ideal.
Fakta:
Puasa intermiten adalah istilah umum untuk berbagai jadwal waktu makan yang berputar antara puasa sukarela dan nonpuasa selama periode tertentu. Padahal, mereka yang memiliki kondisi medis seperti diabetes atau mereka yang sedang menjalani pengobatan untuk tekanan darah atau penyakit jantung harus menghindari puasa intermiten. Karena jika diet ini dijalani tanpa konsultasi dulu dengan dokter, maka dapat berisiko kadar glukosa darah turun atau meningkat secara berbahaya dan adanya risiko kelainan elektrolit.
Mitos:
Diet sangat rendah lemak baik untuk menurunkan berat badan.
Fakta:
Keberadaan lemak penting untuk membantu membangun membran sel dan hormon, serta membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak. Banyak diet rendah lemak yang hanya menggantikan kalori lemak dengan karbohidrat dan gula yang diproses tinggi. Penelitian juga menunjukkan hanya penurunan minimal berat badan setelah tahun pertama dari diet sangat rendah lemak. Ini adalah strategi penurunan berat badan yang tidak efektif.
(tsa)
Lihat Juga :