Geliat Seni Kaligrafi dan UMKM di Kampung Lengkong Kulon Tangerang
Rabu, 29 Mei 2024 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Sejarah seni kaligrafi di Lengkong dimulai oleh Almarhum K.H. Mukhtar Hasan bin K.H. Hasan dan dilanjutkan oleh K.H. Abdul Razak Muhili beserta keturunannya. Kini, seni ini didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk pihak kepolisian setempat. Lokasi galeri kaligrafi ini berada di sekitar Taman Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara, Kampung Lengkong Ulama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan.
Seala Syah Alam, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pagedangan, memainkan peran kunci dalam kebangkitan ini. Setelah mengunjungi Kampung Lengkong dan mendengar kisah para seniman lokal, ia mengambil inisiatif untuk membangun galeri kaligrafi.
"Melihat potensi yang dapat dikembangkan, saya bersama anggota Polsek dan dukungan warga membangun galeri ini. Harapan kami adalah melahirkan seniman-seniman dari tempat ini," ujar Seala Syah Alam.
Dalam waktu delapan bulan, galeri ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan seni yang aktif. Seniman dari berbagai latar belakang berkumpul, berbagi pengetahuan, dan menciptakan karya-karya indah yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional.
Namun, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Seala Syah Alam, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pagedangan, memainkan peran kunci dalam kebangkitan ini. Setelah mengunjungi Kampung Lengkong dan mendengar kisah para seniman lokal, ia mengambil inisiatif untuk membangun galeri kaligrafi.
"Melihat potensi yang dapat dikembangkan, saya bersama anggota Polsek dan dukungan warga membangun galeri ini. Harapan kami adalah melahirkan seniman-seniman dari tempat ini," ujar Seala Syah Alam.
Dalam waktu delapan bulan, galeri ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan seni yang aktif. Seniman dari berbagai latar belakang berkumpul, berbagi pengetahuan, dan menciptakan karya-karya indah yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional.
Namun, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Lihat Juga :