Sandiaga Uno Tegas soal Turis Asing Bekerja Ilegal di Bali: Tidak Ada Toleransi
Kamis, 30 Mei 2024 - 08:09 WIB
loading...
Sandiaga Uno menanggapi maraknya turis asing yang bekerja secara ilegal di Indonesia. Foto/ Instagram
A
A
A
MEDAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Solahudin Uno dengan tegas menanggapi maraknya turis asing yang bekerja secara ilegal di Indonesia.
Para turis itu masuk ke Indonesia dengan visa kunjungan, namun justru bekerja di Bali maupun menjalani pekerjaan remote dan ilegal dari Bali.
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Berharap Miss Indonesia 2024 Ikut Promosikan Pariwisata Indonesia kepada Dunia
Menurut Sandi, Pemerintah Indonesia akan tegas terhadap turis asing yang bekerja di Indonesia. Pemerintah tidak akan memberikan toleransi dan mengancam akan mendeportasi para turis asing yang terbukti bekerja.
"Kita harus tegas, kita tegakkan aturan. Diberikan sanksi, kalau perlu dideportasi. Sudah kami tangani, tidak ada toleransi," kata Sandi.
Persoalan perilaku turis asing di Bali memang kian menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari Presiden Indonesia kelima yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
Megawati menyebut pariwisata di Bali amburadul dan tidak terkontrol sehingga menimbulkan masalah bagi masyarakat lokal. Megawati mendorong perlunya alokasi kuota untuk mengatasi turisme di Bali.
Para turis itu masuk ke Indonesia dengan visa kunjungan, namun justru bekerja di Bali maupun menjalani pekerjaan remote dan ilegal dari Bali.
Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo Berharap Miss Indonesia 2024 Ikut Promosikan Pariwisata Indonesia kepada Dunia
Menurut Sandi, Pemerintah Indonesia akan tegas terhadap turis asing yang bekerja di Indonesia. Pemerintah tidak akan memberikan toleransi dan mengancam akan mendeportasi para turis asing yang terbukti bekerja.
"Kita harus tegas, kita tegakkan aturan. Diberikan sanksi, kalau perlu dideportasi. Sudah kami tangani, tidak ada toleransi," kata Sandi.
Persoalan perilaku turis asing di Bali memang kian menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dari Presiden Indonesia kelima yang juga Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
Megawati menyebut pariwisata di Bali amburadul dan tidak terkontrol sehingga menimbulkan masalah bagi masyarakat lokal. Megawati mendorong perlunya alokasi kuota untuk mengatasi turisme di Bali.
Lihat Juga :