alexametrics

Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019

Cegah Gangguan Ginjal lewat Gerakan Ayo Minum Air

loading...
Cegah Gangguan Ginjal lewat Gerakan Ayo Minum Air
Gangguan ginjal menjadi masalah kesehatan serius yang harus diperhatikan. Untuk itu, Kemenkes melakukan kampanye lewat Gerakan Ayo Minum Air. Foto/SINDOnews/Diana Rafikasari.
A+ A-
JAKARTA - Gerakan Ayo Minum Air (AMIR) terus digaungkan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Hydration Working Group-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IHWG-FKUI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dan Danone AQUA.

Tahun ini, edukasi AMIR akan diperluas di lima provinsi di Indonesia, mulai DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta, Lampung, dan Sulawesi Selatan dengan tujuan agar kebiasaan minum air sejak dini dapat diadopsi di seluruh Indonesia.

"Saya senang acara ini bisa terlaksana karena mengedukasi orang tua dan anak-anak tentang cara menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh itu sangat dibutuhkan. Dari hal-hal yang mudah dilakukan seperti minum air yang cukup dan melakukan aktivitas fisik bisa memberikan dampak besar untuk kesehatan," kata Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M.



"Acara Hari Ginjal Sedunia hari ini adalah lanjutan dari kegiatan pendidikan dan pelatihan cara hidup sehat yang telah diikuti oleh 202 Sekolah Dasar Negeri pada bulan Desember 2018 di Jakarta. Seluruh rangkaian kegiatan dibuat untuk turut serta mendukung inisiatif Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat seperti gizi seimbang, hidrasi sehat, dan berolah raga secara teratur supaya bisa terhindar dari berbagai penyakit termasuk penyakit ginjal," tambahnya.

Sementara, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M. Kes. yang turut menerapkan Gerakan AMIR di beberapa Rumah Sakit menyebutkan bahwa sesuai dengan tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini yaitu Kidney Health for Everyone, Everywhere turut mendukung edukasi tentang hidrasi sehat tidak hanya di rumah sakit, tetapi dimulai usia dini anak-anak SD, termasuk pada anak-anak di PAUD.

"Oleh karena itu, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tahun ini kami akan memasukkan edukasi ini dalam modul UKS," jelasnya.

Pada kesempatan ini, disajikan juga permainan-permainan edukatif yang membantu peserta mempelajari pentingnya asupan air yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, serta pemberian beberapa penghargaan seperti, sekolah terbaik, dokter kecil terbaik, Guru terbaik, PAUD terbaik, Kader PKK terbaik, dan rumah sakit terbaik untuk para partisipan di kegiatan Gerakan AMIR.

“Kami bangga bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini, terutama dalam Gerakan AMIR yang diangkat kembali pada WKD 2019 ini, untuk membiasakan hidrasi sehat sejak dini. Dengan kolaborasi para pihak, maka akan semakin mempercepat proses edukasi masyarakat dalam pemenuhan hidrasi dan terciptanya Indonesia yang Sehat," tutur Vera Galuh Sugijanto selaku Vice President General Secretary Danone-Indonesia.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak