alexametrics

Gaya Hidup Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak

loading...
Gaya Hidup Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak
Gaya hidup, gen dan gangguan tidur dapat memainkan peran kunci dalam menentukan orang tidur nyenyak atau tidak. Foto/Istimewa.
A+ A-
JAKARTA - Saat tidur, terkadang suara sekecil apapun dapat membangunkan Anda dari tidur dan sebaliknya, suara paling keras pun tampaknya tidak mengganggu waktu tidur. Mengapa hal ini terjadi?
Para peneliti mengklaim bahwa gaya hidup, gen dan gangguan tidur dapat memainkan peran kunci dalam menentukan orang tidur nyenyak, dan yang lain tidur ringan. (Baca juga: 6 Makanan yang Bisa Meningkatkan Kepuasan Bercinta!).
Tahukah Anda saat Anda tidur, tubuh berganti-ganti antara dua siklus tidur - REM (gerakan mata cepat) dan NREM (gerakan mata tidak cepat). Siklus ini terjadi setiap 90 menit. Tidur NREM adalah tahap relaksasi yang terdiri dari 75 persen dari waktu tidur malam Anda.

Tahap pertama tidur, seperti dilansir Times Of India, yaitu antara bangun dan tidur adalah fase tidur ringan. Tahap selanjutnya adalah tidur nyenyak ketika pernapasan dan detak jantung Anda teratur dan suhu tubuh turun. Tahap selanjutnya adalah bagian yang paling memulihkan dari tidur, ketika otot Anda rileks, pernapasan melambat dan jaringan tubuh memperbaiki dan tumbuh.

REM merupakan fase tidur ketika mata bergerak cepat. Pada fase ini, Anda bermimpi dan aktivitas otak meningkat seiring dengan detak jantung dan tekanan darah. Ini cukup dekat dengan keadaan ketika Anda bangun. (Baca juga: 8 Posisi Tidur Ini Bisa Mencerminkan Kepribadian Anda).



Tidur yang berkualitas adalah penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan, namun tidur yang terganggu sangat lazim di masyarakat. Sementara, tidur yang retak ini bervariasi dari orang ke orang. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam NCBI, perbedaan orang menanggapi kebisingan dalam tidur mereka, entah bagaimana terkait dengan tingkat aktivitas otak, disebut spindle tidur.

Otak orang yang menghasilkan gelendong tidur frekuensi tinggi mampu tidur melalui suara keras. Namun, perlu ada lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Jika Anda pikir Anda adalah melakukan tidur ringan dan jarang merasa beristirahat setelah tidur malam, Anda harus melihat faktor-faktor lain yang mungkin membuat Anda tidak mampu untuk tidur nyenyak. Mulailah dengan menyelesaikan kebiasaan gaya hidup yang buruk dan jika Anda masih tidak melihat perubahan, lakukan tes apnea tidur atau gangguan lainnya pada diri Anda. Selamat tidur!
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak