IKN Disebut Sarang Malaria, Kenali Gejalanya agar Tak Berujung Fatal
Minggu, 09 Juni 2024 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Melansir laporan World Malaria Report 2020 yang disusun oleh WHO, malaria paling banyak terjadi di wilayah Afrika (sekitar 90%) dan disusul Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Sub-Sahara Afrika.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin dalam satu kesempatan belum lama ini mengatakan, dari 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim, masih ada 5 daerah yang belum bebas malaria. Yakni Kabupaten Berau, Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pihaknya menargetkan, eliminasi malaria di Kalimantan Timur bisa tercapai pada 2027.
Baca Juga: Kesulitan Melepas dan Memakai Alas Kaki Waspada Gejala Diabetes
Apabila manusia terkena gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit plasmodium, maka plasmodium akan berkembang biak di organ hati (liver) dan menginfeksi sel darah merah. Akibat parasit penyebab malaria bersarang di sel darah merah, maka malaria bisa menular melalui transfusi darah, transplantasi organ, atau penggunaan alat suntik bekas pasien yang terinfeksi malaria.
Pada ibu hamil, malaria juga bisa bertransmisi ke janin, baik sebelum atau sesudah kelahiran. Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena malaria tidak akan menular dari orang ke orang seperti flu, dan tidak menular lewat hubungan seksual. Malaria juga tidak menular lewat kontak atau sentuhan dengan orang yang terinfeksi malaria atau bersentuhan dengan benda-benda mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin dalam satu kesempatan belum lama ini mengatakan, dari 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim, masih ada 5 daerah yang belum bebas malaria. Yakni Kabupaten Berau, Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pihaknya menargetkan, eliminasi malaria di Kalimantan Timur bisa tercapai pada 2027.
Apa Itu Malaria
Mengutip laman resmi Kemenkes RI, penyebaran malaria disebabkan oleh parasit bernama plasmodium. Parasit ini dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Maka itu, penyakit malaria paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis, di mana nyamuk Anopheles dapat berkembang biak, demikian juga parasit plasmodium.Baca Juga: Kesulitan Melepas dan Memakai Alas Kaki Waspada Gejala Diabetes
Apabila manusia terkena gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit plasmodium, maka plasmodium akan berkembang biak di organ hati (liver) dan menginfeksi sel darah merah. Akibat parasit penyebab malaria bersarang di sel darah merah, maka malaria bisa menular melalui transfusi darah, transplantasi organ, atau penggunaan alat suntik bekas pasien yang terinfeksi malaria.
Pada ibu hamil, malaria juga bisa bertransmisi ke janin, baik sebelum atau sesudah kelahiran. Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena malaria tidak akan menular dari orang ke orang seperti flu, dan tidak menular lewat hubungan seksual. Malaria juga tidak menular lewat kontak atau sentuhan dengan orang yang terinfeksi malaria atau bersentuhan dengan benda-benda mereka.
Gejala Malaria
Malaria tidak langsung muncul ketika seseorang terkena gigitan nyamuk pembawa parasit. Apabila imunitas tubuh seseorang sangat baik, maka kemungkinan terinfeksi malaria menjadi lebih kecil.Lihat Juga :