Review Film Lafran, Biopik Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Kamis, 20 Juni 2024 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
Namun karena itu pula ia harus pergi dari desanya. Lafran memutuskan untuk berkuliah di Yogyakarta, tapi ia malah terganggu dengan umat Islam yang justru saling berdebat satu sama lain.
Dia juga gelisah melihat kaum muslim terpelajar yang larut dalam sekularisme dan melupakan ibadah. Hal inilah yang menjadi motivasi baginya untuk mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Secara keseluruhan film Lafran dapat dikatakan sangat efektif. Ini karena dalam durasi sekitar 100 menit saja, film ini dapat merangkum perjalanan seorang Lafran Pane dari seorang anak yang sering bolos sekolah hingga menjadi tokoh kunci dalam berdirinya HMI.
Tentu film ini juga memiliki banyak pesan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme bagi para penonton. Meski memiliki nuansa Islam yang cukup kuat, tapi filmnya sama sekali bukan film agama sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Justru film ini dapat membuka pikiranpenonton tentang pentingnya keberagaman dan saling menghormati satu sama lain bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Film ini juga mengajarkan arti sebuah pengorbanan untuk mencapai sebuah kepentingan bersama.
![Review Film Lafran, Biopik Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)]()
Foto: Reborn Initiatives
Untuk akting dari para pemain tentu tidak perlu diragukan lagi. Dimas Anggara yang dipilih sebagai Lafran Pane berhasil menyampaikan rasa semangat juang yang tinggi yang dimiliki oleh pahlawan nasional Indonesia tersebut.
Tokoh-tokoh lain yang dihadirkan dalam film ini juga saling mengisi satu sama lain sehingga film ini tidak terasa membosankan. Ada sisi komedi serta sisi haru secara bersamaan dalam satu film yang dikemas dengan sangat apik.
Dia juga gelisah melihat kaum muslim terpelajar yang larut dalam sekularisme dan melupakan ibadah. Hal inilah yang menjadi motivasi baginya untuk mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Review Film Lafran
Secara keseluruhan film Lafran dapat dikatakan sangat efektif. Ini karena dalam durasi sekitar 100 menit saja, film ini dapat merangkum perjalanan seorang Lafran Pane dari seorang anak yang sering bolos sekolah hingga menjadi tokoh kunci dalam berdirinya HMI.
Tentu film ini juga memiliki banyak pesan yang dapat meningkatkan rasa nasionalisme bagi para penonton. Meski memiliki nuansa Islam yang cukup kuat, tapi filmnya sama sekali bukan film agama sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Justru film ini dapat membuka pikiranpenonton tentang pentingnya keberagaman dan saling menghormati satu sama lain bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Film ini juga mengajarkan arti sebuah pengorbanan untuk mencapai sebuah kepentingan bersama.

Foto: Reborn Initiatives
Untuk akting dari para pemain tentu tidak perlu diragukan lagi. Dimas Anggara yang dipilih sebagai Lafran Pane berhasil menyampaikan rasa semangat juang yang tinggi yang dimiliki oleh pahlawan nasional Indonesia tersebut.
Tokoh-tokoh lain yang dihadirkan dalam film ini juga saling mengisi satu sama lain sehingga film ini tidak terasa membosankan. Ada sisi komedi serta sisi haru secara bersamaan dalam satu film yang dikemas dengan sangat apik.
Lihat Juga :