8 Film Indonesia Tayang Juli 2024, Ada Catatan Harian Menantu Sinting
Kamis, 27 Juni 2024 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Usut punya usut, ternyata gangguan mistis tersebut berasal dari kisah masa lalu Rayhan dengan sepupunya, Dinda. Reyhan dan Dinda memiliki indra keenam di mana mereka berjanji untuk saling melindungi. Reyhan curiga Dinda yang sudah tidak hidup lagi datang kembali kepadanya untuk menagih janji dan permintaannya tidak mampu dipenuhi.
![8 Film Indonesia Tayang Juli 2024, Ada Catatan Harian Menantu Sinting]()
Foto/Imdb
Jurnal Risa by Risa Saraswati merupakan film horor dokumenter yang dikemas layaknya paranormal activity. Film ini berkisah tentang tim Jurnal Risa harus bertanggung jawab ketika salah satu tamunya, Prinsa, diikuti oleh Samex, hantu menakutkan yang paling ditakuti oleh tim Jurnal Risa.
Situasi semakin mencekam seiring dengan semakin menakutkannya tingkah Prinsa. Puncaknya, mereka harus menjalani ritual. Jika tidak, nyawa Prinsa menjadi taruhannya. Semua ini didokumentasikan secara real-time oleh kamera tim dokumenter.
![8 Film Indonesia Tayang Juli 2024, Ada Catatan Harian Menantu Sinting]()
Foto/Cinema 21
Mungkin Esok, Lusa atau Nanti merupakan film drama. Diceritakan bahwa Kemuning, gadis desa yang menempuh S2 di Turki, dihadapkan pada dilema cinta segitiga yang rumit. Ia terikat janji setia dengan Raditya, cinta sejatinya yang tinggal di Indonesia. Di tengah kerinduannya, Ning menolak cinta Dewo, sahabat Raditya, demi menjaga komitmennya.
Namun, takdir berkata lain. Raditya, yang dijanjikan akan meminang Ning, justru datang dengan kabar pernikahannya dengan gadis pilihan ibunya. Hati Ning hancur berkeping-keping, cinta sejatinya sirna dalam sekejap.
Baca Juga: 7 Film Indonesia Tayang Juni 2024, Ada Harta Tahta Raisa
![8 Film Indonesia Tayang Juli 2024, Ada Catatan Harian Menantu Sinting]()
Foto/Imdb
Catatan Harian Menantu Sinting sudah menarik perhatian sebelum tayang lantaran keterlibatan Raditya Dika dan Ariel Tatum. Film ini bercerita tentang Minar dan Sahat, pasangan muda yang terikat cinta, harus menghadapi berbagai rintangan dalam pernikahan mereka. Perbedaan keyakinan tentang cinta menjadi akar perselisihan antara Minar dan ibu mertuanya.
Minar meyakini bahwa cinta adalah tentang waktu berkualitas dan komunikasi yang terbuka dengan pasangan. Di sisi lain, ibu mertuanya meyakini bahwa cinta adalah tentang kehadiran anak laki-laki sebagai penerus marga. Sejak awal pernikahan, ibu mertua Minar tak henti-hentinya mendesak mereka untuk segera memiliki anak laki-laki.
3. Jurnal Risa by Risa Saraswati (11 Juli)

Foto/Imdb
Jurnal Risa by Risa Saraswati merupakan film horor dokumenter yang dikemas layaknya paranormal activity. Film ini berkisah tentang tim Jurnal Risa harus bertanggung jawab ketika salah satu tamunya, Prinsa, diikuti oleh Samex, hantu menakutkan yang paling ditakuti oleh tim Jurnal Risa.
Situasi semakin mencekam seiring dengan semakin menakutkannya tingkah Prinsa. Puncaknya, mereka harus menjalani ritual. Jika tidak, nyawa Prinsa menjadi taruhannya. Semua ini didokumentasikan secara real-time oleh kamera tim dokumenter.
4. Mungkin Esok, Lusa atau Nanti (11 Juli)

Foto/Cinema 21
Mungkin Esok, Lusa atau Nanti merupakan film drama. Diceritakan bahwa Kemuning, gadis desa yang menempuh S2 di Turki, dihadapkan pada dilema cinta segitiga yang rumit. Ia terikat janji setia dengan Raditya, cinta sejatinya yang tinggal di Indonesia. Di tengah kerinduannya, Ning menolak cinta Dewo, sahabat Raditya, demi menjaga komitmennya.
Namun, takdir berkata lain. Raditya, yang dijanjikan akan meminang Ning, justru datang dengan kabar pernikahannya dengan gadis pilihan ibunya. Hati Ning hancur berkeping-keping, cinta sejatinya sirna dalam sekejap.
Baca Juga: 7 Film Indonesia Tayang Juni 2024, Ada Harta Tahta Raisa
5. Catatan Harian Menantu Sinting (18 Juli)

Foto/Imdb
Catatan Harian Menantu Sinting sudah menarik perhatian sebelum tayang lantaran keterlibatan Raditya Dika dan Ariel Tatum. Film ini bercerita tentang Minar dan Sahat, pasangan muda yang terikat cinta, harus menghadapi berbagai rintangan dalam pernikahan mereka. Perbedaan keyakinan tentang cinta menjadi akar perselisihan antara Minar dan ibu mertuanya.
Minar meyakini bahwa cinta adalah tentang waktu berkualitas dan komunikasi yang terbuka dengan pasangan. Di sisi lain, ibu mertuanya meyakini bahwa cinta adalah tentang kehadiran anak laki-laki sebagai penerus marga. Sejak awal pernikahan, ibu mertua Minar tak henti-hentinya mendesak mereka untuk segera memiliki anak laki-laki.
Lihat Juga :