Orang Dewasa Pun Butuh Vaksin

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 09:13 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, di luar negeri vaksin dewasa sudah lebih banyak lagi diberikan dan kepeduliannya lebih besar. Tentu dengan sosialisasi pentingnya vaksinasi yang lebih banyak, masyarakat menjadi lebih peduli karena teredukasi dengan baik.

Saat ini kebutuhan vaksin influenza meningkat karena kebutuhan, ditambah lagi situasi Indonesia saat ini yang pandemi. Menurut Tafdhila, vaksin influenza ini spesifik untuk mencegah virus influenza yang berbeda dengan batuk pilek biasa. Untuk penyebab batuk pilek itu, ada banyak dari bakteri dan virus, dan yang paling mematikan itu virus influenza namun dapat dicegah dengan vaksin ini. (Baca juga: Kasus Virus Corona Global Tembus 23 Juta)

Jika sudah divaksin influenza, kemungkinan batuk pilek masih ada. Namun, penyebabnya bukan lagi dari virus influenza sehingga kondisinya tidak akan terlalu berat. "Perbedaannya kalau sudah influenza, muncul batuk pilek disertai demam sampai tiga minggu, nyeri kepala, tenggorokan dan linu di otot," katanya.

Di Amerika Serikat, data orang terkena influenza ini menyebabkan adanya 97% kematian bagi pasien rawat inap. Di negara empat musim, jumlahnya meningkat tajam saat musim salju. Sementara di Indonesia, kondisi itu sudah biasa sepanjang tahun sehingga tidak ada data yang jelas mengenai sakit influenza ini.

Di Tanah Air, vaksin bisa booming saat ada kasus. Misalnya, saat artis Julia Perez meninggal karena kanker serviks. Isu kanker serviks pun menjadi naik daun, bahkan vaksin HPV (human papilloma virus) pun makin dikenal orang sebagai pencegahan kanker mulut rahim ini. Terbukti, banyak perempuan yang berbondong-bondong melakukan vaksinasi HPV.

Mengenai vaksin HPV, ahli kanker dari RS Kanker Dharmais, Evlina Suzanna, berharap, vaksin HPV dapat diberikan kepada seluruh anak praremaja di Indonesia. Apalagi, menurutnya, kanker serviks menjadi kanker kedua mematikan yang bisa dicegah dengan pencegahan primer, yakni dengan vaksin HPV dan pencegahan sekunder dengan pap smear. Pap smear akan langsung mengetahui apakah ada gejala yang bisa langsung diobati sehingga tidak sempat menjadi kanker. (Baca juga: Setelah 25 Agustus Segera Cek Saldo Anda, Pastikan Itu Gaji atau BLT yang Masuk)

HPV ini sedang diusahakan agar dapat diberikan kepada anak praremaja secara gratis. Evlina mengatakan, pemerintah dapat membeli melalui WHO dan mendapat subsidi dunia.

"Satu vaksin kita berhasil mendapatkan harga USD7 dibanding beli sendiri seharga Rp1 juta. Satu tahun pertama Rp4,4 miliar untuk 2 juta anak hanya untuk vaksin. Untuk pengelolaan dan distribusi ditanggung WHO," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Hantavirus Mengancam,...
Hantavirus Mengancam, Ini 5 Cara Efektif Menjaga Imunitas Tubuh
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Nunung Tekankan Pentingnya...
Nunung Tekankan Pentingnya Perawatan Alami untuk Kesehatan Tubuh dan Benjolan
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Rekomendasi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Berita Terkini
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved