Jaga Kesehatan Anak, Imunisasi Tetap Jadi Prioritas Utama
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
"Dari kasus polio saja sudah bisa dilihat bahwa tubuh manusia tetap harus mendapatkan tambahan vaksin dari luar tubuhnya," ujar dokter spesialis anak, dr Caessar Pronocitro SpA.
Memang tidak dapat dipungkiri masih banyak informasi yang selalu mengaitkan vaksin dengan masalah kesehatan seperti demam, kelumpuhan, dan autisme. Bahkan, beberapa di antaranya mengaitkan vaksin dengan masalah agama serta budaya. Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak melakukan vaksin dan lebih memilih cara tradisional untuk mengganti vaksin. (Baca juga: Kasus Virus Corona Global Tembus 23 Juta)
"Tubuh kita memiliki dua sistem kekebalan tubuh. Ada sistem kekebalan umum dan sistem kekebalan spesifik. Untuk kekebalan umum, bisa kita dapatkan dengan cara makan makanan yang bergizi, jika balita bisa dari ASI (air susu ibu), istirahat yang cukup, olahraga, dan upaya lainnya. Ada pun untuk kekebalan tubuh secara spesifik hanya bisa didapatkan melalui vaksinasi," jelas dr Caessar.
Dia menambahkan, sebenarnya secara alami tubuh kita sudah memiliki sistem imun yang bertugas untuk mendeteksi dan mengeliminasi patogen seperti virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun sistem imun ini tentunya harus didukung melalui asupan yang lengkap seperti vitamin.
Selain vitamin, makan makanan dengan gizi seimbang bisa membantu meningkatkan imunitas secara alami. Sebab, imunitas dan makanan memiliki hubungan yang erat. Pola makan gizi seimbang dari makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan lemak serta makronutrien yang ada di dalam vitamin dan mineral.
Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dapat meningkatkan saluran cerna yang sehat. "70% imun kita dipengaruhi oleh saluran cerna. Kalau kita bisa buang air besar setiap hari, itu menandakan keseimbangan bakteri baik di dalam saluran cerna kita, kalau bakteri baik mudah-mudahan imunitas juga baik," ujar dokter spesialis gizi klinik, RS Pondok Indah, dr Diana Felicia Suganda, M. Kes. SpGK.
Makanan seimbang juga harus sesuai takarannya antara karbohidrat, protein, dan lemak. Dalam satu piring nasi harus berisi sepertiga karbohidrat, sepertiga sayuran, dan sisanya dilengkapi oleh lauk-pauk yang terdiri dari protein hewani serta buah-buahan. (Baca juga: Tak Ingin Solo jadi Ajang Coba-coba, PKS Siapkan Lawan Gibran)
Memang tidak dapat dipungkiri masih banyak informasi yang selalu mengaitkan vaksin dengan masalah kesehatan seperti demam, kelumpuhan, dan autisme. Bahkan, beberapa di antaranya mengaitkan vaksin dengan masalah agama serta budaya. Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak melakukan vaksin dan lebih memilih cara tradisional untuk mengganti vaksin. (Baca juga: Kasus Virus Corona Global Tembus 23 Juta)
"Tubuh kita memiliki dua sistem kekebalan tubuh. Ada sistem kekebalan umum dan sistem kekebalan spesifik. Untuk kekebalan umum, bisa kita dapatkan dengan cara makan makanan yang bergizi, jika balita bisa dari ASI (air susu ibu), istirahat yang cukup, olahraga, dan upaya lainnya. Ada pun untuk kekebalan tubuh secara spesifik hanya bisa didapatkan melalui vaksinasi," jelas dr Caessar.
Dia menambahkan, sebenarnya secara alami tubuh kita sudah memiliki sistem imun yang bertugas untuk mendeteksi dan mengeliminasi patogen seperti virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun sistem imun ini tentunya harus didukung melalui asupan yang lengkap seperti vitamin.
Selain vitamin, makan makanan dengan gizi seimbang bisa membantu meningkatkan imunitas secara alami. Sebab, imunitas dan makanan memiliki hubungan yang erat. Pola makan gizi seimbang dari makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan lemak serta makronutrien yang ada di dalam vitamin dan mineral.
Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dapat meningkatkan saluran cerna yang sehat. "70% imun kita dipengaruhi oleh saluran cerna. Kalau kita bisa buang air besar setiap hari, itu menandakan keseimbangan bakteri baik di dalam saluran cerna kita, kalau bakteri baik mudah-mudahan imunitas juga baik," ujar dokter spesialis gizi klinik, RS Pondok Indah, dr Diana Felicia Suganda, M. Kes. SpGK.
Makanan seimbang juga harus sesuai takarannya antara karbohidrat, protein, dan lemak. Dalam satu piring nasi harus berisi sepertiga karbohidrat, sepertiga sayuran, dan sisanya dilengkapi oleh lauk-pauk yang terdiri dari protein hewani serta buah-buahan. (Baca juga: Tak Ingin Solo jadi Ajang Coba-coba, PKS Siapkan Lawan Gibran)
Lihat Juga :