alexametrics

Iqro: My Universe Bakal Jadi Titik Balik Dwiki Dharmawan

loading...
Iqro: My Universe Bakal Jadi Titik Balik Dwiki Dharmawan
Kibordis grup musik Krakatau, Dwiki Dharmawan terlibat dalam film Iqro: My Universe lewat lagu gubahannya Untuk Semesta. / Foto: KoranSINDO/Thomas Manggalla
A+ A-
JAKARTA - Setelah sekitar 10 tahun lamanya tidak pernah menggarap musik untuk film, musisi jazz kenamaan dalam negeri, Dwiki Dharmawan akhirnya melakukan comeback. Kibordis grup musik Krakatau itu terlibat dalam film Iqro: My Universe lewat lagu gubahannya Untuk Semesta.

Musisi kelahiran Bandung, 19 Agustus 1966 itu dipercaya menggarap kemasan musik film yakni pengisi soundtrack hingga music scoring dalam film karya kolaborasi rumah produksi Masjid Salman ITB bersama Salman Film Academy tersebut.

"Saya tadi cerita sudah lama enggak terlibat dalam menggarap musik film meski pada 1991, alhamdulillah saya mendapatkan Piala Citra kategori Penata Musik Terbaik untuk film Cinta Dalam Sepotong Roti karya Garin Nugroho. Mestinya kan saya kebanjiran job," ungkap Dwiki saat dijumpai SINDO di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (23/5).



"Ternyata setelah itu film Indonesia enggak ada lagi. Jadi saya enggak bikin musik untuk film lagi karena dianggap musik jazz berat untuk musik film sehingga dalam satu dekade seperti terlepas dari dunia film dan barangkali ini kebangkitan kembali," sambungnya.

Terlibat dalam Iqro: My Universe membuat Dwiki merasa tertantang dan membangun kembali mood menggarap musik untuk film layar lebar. Baginya, musik merupakan bagian yang penting dalam sebuah film.

"Saya tertarik membuat musik dalam film ini, karena ini film hiburan sekaligus edukatif meski ada tantangan mendapatkan suasana anak-anaknya karena banyak yang menonton anak-anak dan keluarga. Semoga nanti pemirsa berkenan dengan theme song yang saya ciptakan berjudul Untuk Semesta dinyanyikan Lana Nitibaskara," tutur suami penyanyi Ita Purnamasari ini.

Dalam kesempatan yang sama, Eksekutif Produser Iqro: My Universe, Imam Choirul Basri mengatakan, proyek film anak yang telah digarap kurang lebih lima tahun terakhir ini merupakan bentuk upaya untuk menginspirasi anak-anak dan masyarakat di Indonesia.

"Film ini untuk kebaikan umat. Tidak hanya sekadar dakwah, karena penggarapan film ini berangkat dari pemikiran rasional. Jadi film ini tidak hanya kami tunjukan untuk umat Muslim saja, tetapi semua masyarakat Indonesia," jelas Imam.

Masih konsisten dengan tema yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan mengangkat kebesaran Al-Quran, film Iqro: My Universe berkisah tentang impian Aqilla (Aisha Nurra Datau) menjadi seorang astronot. Dia akan mengikuti lomba video blog (vlog) yang membawanya terbang ke Inggris untuk berkunjung ke pusat penelitian luar angkasa.

Sang sutradara, Iqbal Alfajri mengungkapkan, tujuan utamanya membuat film ini adalah mengajak sekaligus menyadarkan generasi milenial untuk bermimpi sebesar dan setinggi apa pun. "Film Iqro bermula dari sebuah mimpi, bagaimana kita bisa menyebarkan mimpi besar kepada generasi muda. Pasalnya, saat ini anak muda seperti kehilangan untuk bermimpi besar, seperti menjadi astronot misalnya," ujarnya.

Selain menghadirkan Aisha dan Maudy Koesnaedi, film yang lokasinya pengambilan gambarnya hingga ke Leicester dan London ini juga dibintangi Cok Simbara, Mike Lucock, Raihan Khan, Astri Ivo, Ellize Christine, Ben Kasyafani, Adhitya Putri, Mario Irwinsyah, Meriam Bellina, Rony Dozer, dan Adityawarman. Juga akan ada penampilan khusus dari astronot wanita pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono.

Apabila penasaran ingin tahu bagaimana gubahan musik Dwiki Dharmawan dan jalan ceritanya Iqro: My Universe, Anda harus bersabar hingga 11 Juli mendatang.
(nug)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak