Komunitas Kebaya Menari Susuri Sejarah Kebaya di Thailand, Singapura, dan Malaysia

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:30 WIB
loading...
Komunitas Kebaya Menari...
Komunitas Kebaya Menari baru saja menggelar Kelana Kebaya-Susur Serumpun yang merupakan misi budaya meniti tapak kebaya di negara-negara serumpun pengusung Kebaya Goes to Unesco. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komunitas Kebaya Menari baru saja menggelar Kelana Kebaya-Susur Serumpun yang merupakan misi budaya meniti tapak kebaya di negara-negara serumpun pengusung Kebaya Goes to Unesco. Perjalanan Kebaya Kelana-Susur Serumpun terselenggara dengan baik berkat dukungan Kemendikbud dan Bank DKI.

Perhelatan yang berisi tukar informasi sejarah perjalanan hingga pelestarian kebaya di Thailand, Singapura & Malaysia berlangsung selama sepuluh hari, sejak akhir Juni 2024. Kota-kota yang disinggahi adalah Bangkok, Phuket, Singapura, Kuala Lumpur, dan Melaka.

Kendati bukan ibu kota, Phuket dan Melaka juga menjadi destinasi Kebaya Kelana-Susur Serumpun. Kota-kota tersebut memegang peranan penting sebagai kota asal usul kebaya. Keduanya merupakan kota pelabuhan yang menjadi titik persinggahan kaum pedagang. Di sinilah kebaya, bordiran, dan batik meninggalkan jejaknya. Upaya menelusuri jejak sejarah kebaya di tiga negara tersebut dilakukan dengan menjumpai para narasumber yang berkompeten di masing-masing negara. Baca juga: 7 Jenis Kebaya Tradisional Indonesia, Asal-usul dan Ciri Khasnya

Menurut Ruedee Pumphathorn, pakar sejarah budaya kebaya dari Phuket, kebaya di Thailand, terutama di Phuket bagian selatan banyak dipengaruhi budaya Cina. Phuket merupakan jalur perdagangan antara Thailand dan Cina, yang juga mendapat pengaruh dari kerajaan Sriwijaya. “Kebaya Thailand mirip dengan kebaya kerancang atau kebaya encim dari Betawi yang juga mendapat pengaruh dari Cina” ujarnya.

Upaya pelestarian kebaya di Phuket dilakukan dengan mengajak generasi muda untuk terlibat dalam mendesain motif-motif kain. Di Singapura, Oniatta yang merupakan pengusaha dan pemerhati kebaya sangat peduli terhadap lingkungan. Sehingga produk-produk kebaya dibuat menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Oniatta banyak terinspirasi oleh ibunya yang berusia 82 tahun dalam hal bagaimana berkebaya yang mencerminkan sesuatu yang “finesse” atau kehalusan berbusana.

Sedangkan di Kuala Lumpur, Puan Zubaedah Sual, seorang maestro kebaya Melayu menceritakan tentang tradisi berkebaya yang banyak dilakukan masyarakat di Malaysia. Penasehat Musium Tekstil Negara tersebut menjelaskan bahwa kebaya yang banyak dipakai di kalangan Melayu Malaysia adalah kebaya panjang dan ini berbeda dengan baju kurung.

Dalam persinggahan perjalanan Kebaya Kelana-Susur Serumpun di Kota Melaka, komunitas ini menggali sejarah Kebaya Malaysia dari Cedric Tan. Ia merupakan seorang tokoh Peranakan Baba Nyonya Melaka.

Selain memaparkan sejarah kebaya peranakan di Malaysia, ia pun menyampaikan bahwa komunitas kebaya dari Indonesia patut menjadi inspirasi bagi komunitas di Melaka untuk bergerak mengaktifkan budaya berkebaya.

Selain pertukaran informasi, komunitas Kebaya Menari juga menggelar pertunjukkan tarian Nusantara. Beberapa tarian seperti Hanuraga dari Yogyakarta, Nandak Jentik dari Betawi dan Legong Lasem Peliatan dari Bali yang dibawakan oleh komunitas Kebaya Menari. Baca juga: Keren, Desain Batik Ini Dibuat Menggunakan Teknologi AI

Di samping itu juga ditampilkan fashion show dari beberapa desainer kebaya Indonesia, yaitu Arsita Craft by Arsita Resmisari, Marita Boutique & Modiste by Etty Nafis, Dina Embroidery dan Roemah Kebaya Vielga.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raline Shah Tampil Stunning...
Raline Shah Tampil Stunning di Cannes Film Festival 2026 dengan Kebaya Modern
Ratusan Atlet Berbagai...
Ratusan Atlet Berbagai Negara Barongsai Unjuk Kebolehan di Jababeka
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Komunitas Kebaya Menari...
Komunitas Kebaya Menari Ajak Perempuan Berkebaya Setiap Hari
Gandeng 10 Kedubes,...
Gandeng 10 Kedubes, Cinépolis Cinemas Gelar Festival Film Amerika Latin
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Rekomendasi
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved