3 Alasan Film Captain America: Brave New World Diboikot, Terkait Israel
Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Tak cuma itu, dalam komiknya karakter Sabra juga kerap berinteraksi dengan orang-orang Arab yang digambarkan sebagai misoginis, antisemitisme, dan berlaku kejam.
Selain itu, nama Sabra juga dianggap bermasalah karena mengandung dua makna yang bertolak belakang. Sabra berarti orang Yahudi yang lahir di Israel. Dalam bahasa Yahudi, Sabra berarti buah pir berduri.
Namun dalam sejarah, Sabra mengingatkan pada tragedi Pembantaian Sabra dan Shatilla yang terjadi pada September 1982. Adapun Sabra adalah nama pemukiman di Lebanon yang menjadi tempat para pengungsi Palestina.
Pada masa itu, milisi Kristen Maronit Lebanon membantai para pengungsi Palestina di kamp-kamp pengungsi di Sabra dan Shatila. Disebutkan ratusan (bahkan ada yang menyebut ribuan) orang tewas karena pembantaian tersebut.
Fakta-fakta inilah yang membuat publik mengajukan protesnya. Terlebih mengingat Israel telah menjajah Palestina selama 76 tahun atau sejak 1948.
Protes ini makin kencang setelah aksi kekerasan dan genosida terhadap rakyat Palestina semakin meningkat sejak 7 Oktober 2023.
![3 Alasan Film Captain America: Brave New World Diboikot, Terkait Israel]()
Foto: Eyal Nevo/Times of Israel
Tak hanya karakternya yang problematik, pemerannya yaitu Shira Haas juga memiliki latar belakang yang tidak disukai.
Shira Haas adalah aktris asal Israel berusia 29 tahun. Ia lahir di Tel Aviv dari keluarga Yahudi-Polandia, dan hingga 2020 dikabarkan masih bermukim di sana.
Shira pernah menjadi sukarelawan jangka pendek di unit pertunjukan teater Pasukan Pertahanan Israel alias IDF, meski sebenarnya ia dibebaskan dari wajib militer karena alasan medis.
Selain itu, nama Sabra juga dianggap bermasalah karena mengandung dua makna yang bertolak belakang. Sabra berarti orang Yahudi yang lahir di Israel. Dalam bahasa Yahudi, Sabra berarti buah pir berduri.
Namun dalam sejarah, Sabra mengingatkan pada tragedi Pembantaian Sabra dan Shatilla yang terjadi pada September 1982. Adapun Sabra adalah nama pemukiman di Lebanon yang menjadi tempat para pengungsi Palestina.
Pada masa itu, milisi Kristen Maronit Lebanon membantai para pengungsi Palestina di kamp-kamp pengungsi di Sabra dan Shatila. Disebutkan ratusan (bahkan ada yang menyebut ribuan) orang tewas karena pembantaian tersebut.
Fakta-fakta inilah yang membuat publik mengajukan protesnya. Terlebih mengingat Israel telah menjajah Palestina selama 76 tahun atau sejak 1948.
Protes ini makin kencang setelah aksi kekerasan dan genosida terhadap rakyat Palestina semakin meningkat sejak 7 Oktober 2023.
2. Sabra Diperankan Aktris Mantan Sukarelawan IDF

Foto: Eyal Nevo/Times of Israel
Tak hanya karakternya yang problematik, pemerannya yaitu Shira Haas juga memiliki latar belakang yang tidak disukai.
Shira Haas adalah aktris asal Israel berusia 29 tahun. Ia lahir di Tel Aviv dari keluarga Yahudi-Polandia, dan hingga 2020 dikabarkan masih bermukim di sana.
Shira pernah menjadi sukarelawan jangka pendek di unit pertunjukan teater Pasukan Pertahanan Israel alias IDF, meski sebenarnya ia dibebaskan dari wajib militer karena alasan medis.
Lihat Juga :