Hotel di Balikpapan dan Samarinda Penuh Sesak Jelang HUT ke-79 RI di IKN
Jum'at, 19 Juli 2024 - 14:40 WIB
loading...
A
A
A
Sri mengakui, dampak ekonomi ini bahkan terjadi saat pertama kali Kaltim ditetapkan sebagai daerah untuk IKN. "Ketika IKN ditetapkan oleh Presiden Jokowi ketika itu juga roda ekonomi, aktivitas ekonomi di bandara, hotel di Balikpapan menjadi tumbuh dengan kegiatan survei, kemudian orang yang datang berkunjung," terangnya.
"Bahkan pada 2022, Ketua PHRI Pusat itu menyatakan Balikpapan sebagai kota dengan tingkat okupansi hotel tertinggi di Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: 14 Daerah di Indonesia yang Memiliki Banyak Pantai
Meski pertumbuhan ekonomi di Kaltim sempat anjlok, bahkan menyentuh angka minus 2 persen, kata Sri, namun kini sudah berada di atas nasional sebesar 7,3 persen. "Kaltim itu pernah pertumbuhannya minus ketika harga batu bara anjlok, kita sempet minus 2 persen tahun 2016-2017," paparnya.
"Kemudian sebelum pandemi, kita sudah merangkak naik 0 persen, sebelum dimulainya fase pembangunan IKN, kita sudah 4 persen dan tahun kemarin, tingkat pertumbuhan ekonomi kita itu di atas nasional 6,4 persen. Bahkan, di triwulan pertama tahun 2024 pertumbuhan ekonomi kita 7,3 persen, di atas nasional yang 5,6 persen," tandasnya.
"Bahkan pada 2022, Ketua PHRI Pusat itu menyatakan Balikpapan sebagai kota dengan tingkat okupansi hotel tertinggi di Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: 14 Daerah di Indonesia yang Memiliki Banyak Pantai
Meski pertumbuhan ekonomi di Kaltim sempat anjlok, bahkan menyentuh angka minus 2 persen, kata Sri, namun kini sudah berada di atas nasional sebesar 7,3 persen. "Kaltim itu pernah pertumbuhannya minus ketika harga batu bara anjlok, kita sempet minus 2 persen tahun 2016-2017," paparnya.
"Kemudian sebelum pandemi, kita sudah merangkak naik 0 persen, sebelum dimulainya fase pembangunan IKN, kita sudah 4 persen dan tahun kemarin, tingkat pertumbuhan ekonomi kita itu di atas nasional 6,4 persen. Bahkan, di triwulan pertama tahun 2024 pertumbuhan ekonomi kita 7,3 persen, di atas nasional yang 5,6 persen," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :