2 Agensi Besar K-Pop yang Terbukti Menjelekkan Grup dan Agensi Lain lewat Viral Marketing
loading...

SM Entertainment jadi salah satu agensi besar K-pop yang ketahuan menjelekkan agensi lainnya. Foto/Yonhap
A
A
A
JAKARTA - Persaingan dalam industri K-pop sangatlah ketat dan keras, bahkan sampai membuat agensi K-pop besar pun tak ragu untuk menjelekkan grup-grup dari agensi lawan.
Salah satu cara untuk menjelekkannya adalah dengan meminjam 'tangan' pihak lain. Adapun caranya dengan meminta pihak lain itu melakukan viral marketing (pemasaran viral).
Viral marketing adalah teknik menyebarkan informasi secara cepat dan luas, dalam kasus K-pop ini adalah melalui berbagai forum daring dan media sosial. Sasarannya adalah grup-grup dari agensi lain yang dianggap sebagai saingan beratnya.
Jika konten viral marketing itu ramai dibahas di berbagai media dan banyak yang menyetujui kontennya, maka suara publik seolah sepakat dengan konten tersebut. Dalam hal ini, jika konten tersebut menjelek-jelekkan satu grup tertentu, maka mayoritas publik akan terlihat setuju bahwa grup tersebut memang buruk.
Banyak yang menganggap bahwa teknik viral marketing kerap digunakan agensi, baik untuk sekadar menaikkan popularitas grupnya maupun menjelek-jelekkan grup dari agensi lain.
Sejauh ini, ada dua agensi besar K-pop yang ketahuan melakukan viral marketing dengan tujuan menjelek-jelekkan beberapa grup lainnya. Berikut ini ulasannya.
1. SM Entertainment
![2 Agensi Besar K-Pop yang Terbukti Menjelekkan Grup dan Agensi Lain lewat Viral Marketing]()
Laporan eksklusif dari TenAsia pada 23 Juli 2024 mengungkap bahwa SM Entertainment menyewa perusahaan humas (PR company) Astraphe untuk membuat dan menyebarkan opini negatif tentang HYBE.
Opini ini disebarkan di forum-forum daring di Korea seperti Theqoo dan Instiz pada masa perebutan pembelian saham SM Entertainment antara HYBE dan Kakao Corp. pada Februari-Maret 2023.
Salah satu cara untuk menjelekkannya adalah dengan meminjam 'tangan' pihak lain. Adapun caranya dengan meminta pihak lain itu melakukan viral marketing (pemasaran viral).
Viral marketing adalah teknik menyebarkan informasi secara cepat dan luas, dalam kasus K-pop ini adalah melalui berbagai forum daring dan media sosial. Sasarannya adalah grup-grup dari agensi lain yang dianggap sebagai saingan beratnya.
Jika konten viral marketing itu ramai dibahas di berbagai media dan banyak yang menyetujui kontennya, maka suara publik seolah sepakat dengan konten tersebut. Dalam hal ini, jika konten tersebut menjelek-jelekkan satu grup tertentu, maka mayoritas publik akan terlihat setuju bahwa grup tersebut memang buruk.
Banyak yang menganggap bahwa teknik viral marketing kerap digunakan agensi, baik untuk sekadar menaikkan popularitas grupnya maupun menjelek-jelekkan grup dari agensi lain.
Sejauh ini, ada dua agensi besar K-pop yang ketahuan melakukan viral marketing dengan tujuan menjelek-jelekkan beberapa grup lainnya. Berikut ini ulasannya.
2 Agensi K-Pop yang Membuat Konten Negatif tentang Grup Agensi Lain
1. SM Entertainment

Laporan eksklusif dari TenAsia pada 23 Juli 2024 mengungkap bahwa SM Entertainment menyewa perusahaan humas (PR company) Astraphe untuk membuat dan menyebarkan opini negatif tentang HYBE.
Opini ini disebarkan di forum-forum daring di Korea seperti Theqoo dan Instiz pada masa perebutan pembelian saham SM Entertainment antara HYBE dan Kakao Corp. pada Februari-Maret 2023.
Lihat Juga :