alexametrics

Orang Tua Miliki Andil Penting Selamatkan Remaja dari Pengaruh Negatif

loading...
Orang Tua Miliki Andil Penting Selamatkan Remaja dari Pengaruh Negatif
Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa dewasa, sehingga peran orang tua sangat menentukan di sini. / Foto: Psych Bytes
A+ A-
JAKARTA - Anak berusia 12-18 tahun atau yang biasa disebut remaja akan mengalami perubuhan fisik maupun psikis, serta perubahan lain. Beberapa perubahan lain yang dialami remaja, antara lain pemahaman tentang diri sendiri, pembentukan identitas diri, emosi mudah berubah, dan persiapan masa dewasa yang ditandai dengan mulai merasakan akan pentingnya sebuah pencapaian dan penempatan peran dalam lingkungan sosial.

Kebanyakan dari remaja mempunyai rasa penasaran yang begitu besar. Akan tetapi mereka masih belum mampu untuk menentukan antara keinginan dan kebutuhan. Saat pilihannya itu tidak memperoleh dukungan dari orang tua atau orang di sekelilingnya, mereka merasa dunia seolah menentang dan tidak mau mengerti dengan kemauannya. Apalagi saat mereka juga menghadapi berbagai tuntutan dari orangtua dan lingkungan sosialnya.

Kondisi tersebut sangat mempengaruhi perasaan mereka, sehinggga mereka cepat merasa jenuh, frustrasi, stres, dan bisa mempengaruhi perilakunya, seperti masuk ke dalam pergaulan yang kurang baik atau dorongan untuk melakukan tindakan kekerasan, merokok, mengonsumsi alkohol, narkoba dan seks bebas.



Berkaitan dengan hal tersebut, psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo S.Psi. mengutarakan jika orang tua memiliki andil besar saat anak-anak mulai memasuki masa remaja agar anak tidak mudah terjerumus ke hal atau tindakan yang tidak diinginkan. Ini diungkapkannya saat acara sharing session besutan EF English First bertajuk Kiat Sukses Berkomunikasi dengan Remaja di SOS Childrens Villages, Cibubur, Jakarta, belum lama ini.

Dalam acara yang sama, Marketing Manager EF English First, Cinthya mengungkapkan, acara sharing session tersebut merupakan komitmen EF untuk memberikan lebih banyak manfaat kepada masyarakat melalui pendidikan. Acara ini juga merupakan rangkaian dari program EF Mobile yang telah diluncurkan pada 11 Juli lalu di SOS Childrens Villages.

"Topik dan materi yang diberikan, disusun berdasarkan kebutuhan orang tua asuh di SOS yang disampaikannya melalui tanya jawab kami dengan ibu-ibu asuh di sini," ujar Cinthya dalam keterangan tertulisnya yang diterima SINDOnews di Jakarta, Senin (5/8).

Sebagai orangtua, lanjut Cinthya, mereka ingin tahu bagaimana cara untuk menghadapi anak-anak mereka, terutama yang sudah menginjak masa remaja. Selain itu, mereka juga ingin membekali diri dengan lebih banyak lagi pengetahuan seputar pola asuh, untuk dapat memberikan yang terbaik bagi anak dan menjadikan mereka anak-anak yang mandiri.

Orang tua harus benar-benar memahami bagaimana proses tumbuh kembang anak saat memasuki usia remaja. Pasalnya, terdapat perbedaan antara otak remaja (teen brain) dengan otak orang dewasa (adult brain), terutama pada perkembangan prefrontal cortex atau otak bagian depan yang berfungsi dalam pengambilan keputusan, menimbang baik dan buruk serta memilah tindakan yang tepat.

Menurut Vera Itabiliana, prefrontal cortex pada orang dewasa telah berfungsi optimal, sehingga mampu menentukan mana yang baik dan benar atau melakukan pertimbangan yang matang sebelum bertindak.

"Pada remaja, bagian otak ini masih dalam proses perkembangan sehingga belum berfungsi dengan maksimal. Proses ini akan berlangsung hingga individu mencapai usia 20-25 tahun. Selama bagian ini belum berfungsi ideal, perilaku remaja akan lebih banyak dipengaruhi oleh emosi," lanjutnya.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak