Kasus Diabetes pada Anak Melonjak di Indonesia, Ketua IDAI: Alarm untuk Pemerintah dan Orang Tua
Kamis, 01 Agustus 2024 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
“Saya kira dengan adanya kasus-kasus peningkatan data diabetes tipe 1 dan 2 pada anak, hipertensi pada anak juga banyak, kemudian gangguan ginjal, itu harusnya merupakan wake up call atau alarm buat pemerintah, dan buat stakeholder lain,” ujar dr. Pripim saat ditemui di kantor IDAI, Salemba, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
“Dan juga orang tua menurut saya. Bahwa gaya hidup kita itu memprihatinkan. Tapi, itu memang mesti diawali dari keluarga. Kalau kita mau anak punya gaya hidup sehat, ya orang tuanya mesti mencontohkan,” lanjutnya.
Dokter Pripim menambahkan, meski kasus DM merupakan masalah global, namun peningkatan kasus penyakit ini di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh stigma masyarakat terhadap ‘gula’. Ia menyebut, saat ini masyarakat selalu berpikir bahwa gula dianggap tidak berbahaya. Padahal, faktanya justru sebaliknya.
Karena itu, dokter sekaligus Konsultan Jantung Anak ini menyebut, masalah peningkatan kasus DM di Indonesia tak semata-mata hanya menjadi ‘PR’ bagi pemerintah, namun juga bagi masyarakat, khususnya di kalangan orang tua.
“Gula itu bahayanya karena dianggap tidak berbahaya. Jadi saya kira kalau mengandalkan pemerintah aja, itu juga agak susah ya. Mesti bareng-barenglah,” ungkapnya.
“Dan juga orang tua menurut saya. Bahwa gaya hidup kita itu memprihatinkan. Tapi, itu memang mesti diawali dari keluarga. Kalau kita mau anak punya gaya hidup sehat, ya orang tuanya mesti mencontohkan,” lanjutnya.
Dokter Pripim menambahkan, meski kasus DM merupakan masalah global, namun peningkatan kasus penyakit ini di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh stigma masyarakat terhadap ‘gula’. Ia menyebut, saat ini masyarakat selalu berpikir bahwa gula dianggap tidak berbahaya. Padahal, faktanya justru sebaliknya.
Karena itu, dokter sekaligus Konsultan Jantung Anak ini menyebut, masalah peningkatan kasus DM di Indonesia tak semata-mata hanya menjadi ‘PR’ bagi pemerintah, namun juga bagi masyarakat, khususnya di kalangan orang tua.
“Gula itu bahayanya karena dianggap tidak berbahaya. Jadi saya kira kalau mengandalkan pemerintah aja, itu juga agak susah ya. Mesti bareng-barenglah,” ungkapnya.
Lihat Juga :