The Bases of Our Insecurity

Selasa, 06 Agustus 2024 - 14:10 WIB
loading...
A A A
Pada titik ini, kedua negara tampaknya terus berupaya untuk mempertahankan mentalitas Perang Dingin dalam sistem internasional yang semakin cenderung multipolar dan bahkan kedua negara telah menciptakan “A new Cold War mentality” di kawasan Asia Tenggara yang tentunya akan semakin memperkuat kembalinya kekuatan kekuasaan (the return of power politics) dan di sisi lain, kondisi ini juga akan semakin membahayakan posisi sentral ASEAN sebagai sebuah organisasi kawasan di Asia Tenggara yang selalu mengedepankan penggunaan cara-cara damai dalam menyelesaikan beragam masalah di kawasan ini dan selalu berupaya untuk bertindak imparsial dalam persaingan antara kekuatan besar (great power competition).

Selain menyajikan kerangka teoritis dan historis yang cukup intensif, buku ini juga lumayan kental dengan spirit advokasi anti-Amerika mengingat penulisnya merupakan salah satu aktivis cinta damai yang cukup ardent di Filipina. Yang bersangkutan mampu memadukan dua bidang: akademik dan kepedulian terhadap kehidupan, dengan takaran yang pas. Sehingga, jadilah dia tokoh terdepan dalam menentang keberadaan pangkalan militer asing di negerinya.

Simbulan pantas khawatir dengan keberadaan pangkalan AS di negerinya. Pasalnya, keberadaan mereka menjadikan Filipina ada dalam dilema. Seperti yang ditulisnya, “The US military bases in the Philippines have recently been used as an excuse for a massive increase in US military and economic assistance. “Aid” to the Philippines government is thus justified as “payment” for the continued access to the bases and US military facilities.” (Hal. 231). Secara ekonomi, lanjut Roland di halaman 251, pangkalan Paman Sam tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada lingkungan sekitarnya. Jauh lebih besar jumlah kekayaan yang dikeruknya.

Parahnya, harga diri sebagai bangsa menjadi tergadai, para wanita dilecehkan dan sebagainya. Berkaca dari penjelasan Simbulan, kita berharap, jangan sampai Indonesia terperangkap dalam jebakan AS dan tergiur menyerahkan pulau-pulau yang ada untuk dijadikan pangkalan. Kita perlu ingatkan karena para neoliberal pro AS sudah berada di panggung kekuasaan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Rekomendasi
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Berita Terkini
Lima Akomodasi di Bali...
Lima Akomodasi di Bali Ini Ramah Lingkungan, Hadirkan Sajian Organik hingga Wellness Retreat
Masayu Anastasia Jadi...
Masayu Anastasia Jadi Dokter Forensik di Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Akui Banyak Tantangan
Strategi Tepat Mengelola...
Strategi Tepat Mengelola Pemesanan Tiket Pesawat Perjalanan Bisnis
Nonton V+Short Retro...
Nonton V+Short Retro Love, Sweet Life, Microdrama Romantis dengan Alur Time Rewind
Dokter Indonesia Kembangkan...
Dokter Indonesia Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Gagal Jantung, Pasien Tak Lagi Bolak-balik Masuk RS
Stephanie Meyerson MCI...
Stephanie Meyerson MCI 13 Ramaikan PRJ 2026, Sapa Pengunjung hingga Perkenalkan Menu Kreasi Baru
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved