7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Pengadilan Tinggi Seoul menjatuhkan hukuman penjara selama enam bulan kepada Yang Hyun-suk, tapi hukuman tersebut ditangguhkan selama satu tahun.
Yang Hyun-suk pertama kali didakwa pada 2019 dengan tuduhan mengancam Han Seo-hee, mantan trainee K-pop yang menjadi saksi dalam kasus dugaan penggunaan narkoba B.I. Seo-hee melaporkan Hyun-suk ke polisi pada Juni 2019 setelah pria itu mengancam akan "menghancurkannya" jika dia tidak mencabut kesaksiannya terhadap B.I.
Yang Hyun-suk sempat mundur sebagai petinggi YG Entertainment setelah munculnya kasus Burning Sun yang melibatkan Seungri BIGBANG, penyanyi asuhannya. Namun pada 2023 ia telah kembali ke YG Entertainment.
3. Park Jin-young (JYP Entertainment)
![7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao]()
Foto:Xsportnews
Pendiri JYP Entertainment Park Jin-young pernah erlibat dalam kontroversi besar setelah Dispatch mengungkap tuduhan serius mengenai keterlibatannya dengan sebuah kultus.
Pada awal 2024, Dispatch melaporkan bahwa Park diduga memiliki hubungan dengan kelompok keagamaan yang kontroversial yang dikenal dengan nama Jinsil Cult. Kelompok ini telah lama dituduh menjalankan aktivitas yang mencurigakan, termasuk penipuan dan eksploitasikan anggotanya.
Jin-young dikaitkan dengan kelompok tersebut melalui kegiatan sosial dan donasi pribadi yang dianggap mendukung agenda kelompok. Namun ia membantah dengan menjelaskan bahwa donasinya adalah untuk kegiatan amal yang sah.
4. Bang Si-hyuk (HYBE)
![7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao]()
Foto: News1
Pada 8 Agustus lalu, pendiri sekaligus chairman HYBE Bang Si-hyuk menjadi pusat perhatian setelah foto-fotonya bersama dua streamer AfreecaTV di Beverly Hills, Los Angeles, tersebar luas. Foto itu berasal dari kanal YouTubeI am WalKing yang secara tak sengaja merekam ketiga tengah berjalan di kawasan elite Amerika itu.
Salah satu perempuan diidentifikasi sebagai Juice Seyeon (In Se-yeon), seorang influencer muda yang juga terkenal lewat penampilannya dalam program Netflix The Influencer. Ia dikenal dengan konten yang cukup berani, sehingga kehadirannya bersama Bang Si-hyuk segera memicu spekulasi.
HYBE dilaporkan segera meminta penghapusan artikel terkait dari berbagai platform atas tuduhan pelanggaran privasi, tapi sorotan terhadap insiden ini terus berkembang, menambah kontroversi yang sudah ada di sekitar Bang Si-hyuk.
Sebelumnya,terungkap bahwa Bang Si-hyuk membeli mansion mewah di Los Angeles senilai 35 miliar won (Rp558 triliun) melalui anak perusahaan HYBE bernama BEL AIR STRADELLA, LLC. Perusahaan ini sepenuhnya dimiliki oleh Bang Si-hyuk dan didaftarkan pada Desember 2023, diduga khusus untuk mengamankan properti tersebut.
Skandal ini semakin diperparah ketika Komisi Perdagangan Adil Korea (KFTC) meluncurkan penyelidikan terhadap HYBE Labels setelah ditemukan adanya kesalahan dalam laporan kondisi perusahaan untuk 2024, yang diduga sengaja menghilangkan informasi penting mengenai aset-aset milik Bang Si-hyuk.
Koreksi yang kemudian diterbitkan oleh HYBE mengungkapkan bahwa mansion tersebut dibeli dengan uang perusahaan, bukan sebagai aset pribadi, yang memicu spekulasi dan kritik dari para pemegang saham serta publik.
Yang Hyun-suk pertama kali didakwa pada 2019 dengan tuduhan mengancam Han Seo-hee, mantan trainee K-pop yang menjadi saksi dalam kasus dugaan penggunaan narkoba B.I. Seo-hee melaporkan Hyun-suk ke polisi pada Juni 2019 setelah pria itu mengancam akan "menghancurkannya" jika dia tidak mencabut kesaksiannya terhadap B.I.
Yang Hyun-suk sempat mundur sebagai petinggi YG Entertainment setelah munculnya kasus Burning Sun yang melibatkan Seungri BIGBANG, penyanyi asuhannya. Namun pada 2023 ia telah kembali ke YG Entertainment.
3. Park Jin-young (JYP Entertainment)

Foto:Xsportnews
Pendiri JYP Entertainment Park Jin-young pernah erlibat dalam kontroversi besar setelah Dispatch mengungkap tuduhan serius mengenai keterlibatannya dengan sebuah kultus.
Pada awal 2024, Dispatch melaporkan bahwa Park diduga memiliki hubungan dengan kelompok keagamaan yang kontroversial yang dikenal dengan nama Jinsil Cult. Kelompok ini telah lama dituduh menjalankan aktivitas yang mencurigakan, termasuk penipuan dan eksploitasikan anggotanya.
Jin-young dikaitkan dengan kelompok tersebut melalui kegiatan sosial dan donasi pribadi yang dianggap mendukung agenda kelompok. Namun ia membantah dengan menjelaskan bahwa donasinya adalah untuk kegiatan amal yang sah.
4. Bang Si-hyuk (HYBE)

Foto: News1
Pada 8 Agustus lalu, pendiri sekaligus chairman HYBE Bang Si-hyuk menjadi pusat perhatian setelah foto-fotonya bersama dua streamer AfreecaTV di Beverly Hills, Los Angeles, tersebar luas. Foto itu berasal dari kanal YouTubeI am WalKing yang secara tak sengaja merekam ketiga tengah berjalan di kawasan elite Amerika itu.
Salah satu perempuan diidentifikasi sebagai Juice Seyeon (In Se-yeon), seorang influencer muda yang juga terkenal lewat penampilannya dalam program Netflix The Influencer. Ia dikenal dengan konten yang cukup berani, sehingga kehadirannya bersama Bang Si-hyuk segera memicu spekulasi.
HYBE dilaporkan segera meminta penghapusan artikel terkait dari berbagai platform atas tuduhan pelanggaran privasi, tapi sorotan terhadap insiden ini terus berkembang, menambah kontroversi yang sudah ada di sekitar Bang Si-hyuk.
Sebelumnya,terungkap bahwa Bang Si-hyuk membeli mansion mewah di Los Angeles senilai 35 miliar won (Rp558 triliun) melalui anak perusahaan HYBE bernama BEL AIR STRADELLA, LLC. Perusahaan ini sepenuhnya dimiliki oleh Bang Si-hyuk dan didaftarkan pada Desember 2023, diduga khusus untuk mengamankan properti tersebut.
Skandal ini semakin diperparah ketika Komisi Perdagangan Adil Korea (KFTC) meluncurkan penyelidikan terhadap HYBE Labels setelah ditemukan adanya kesalahan dalam laporan kondisi perusahaan untuk 2024, yang diduga sengaja menghilangkan informasi penting mengenai aset-aset milik Bang Si-hyuk.
Koreksi yang kemudian diterbitkan oleh HYBE mengungkapkan bahwa mansion tersebut dibeli dengan uang perusahaan, bukan sebagai aset pribadi, yang memicu spekulasi dan kritik dari para pemegang saham serta publik.
Lihat Juga :