7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Skandal ini menambah tekanan pada HYBE, yang baru saja ditetapkan sebagai konglomerat besar, untuk menjaga transparansi dan etika dalam operasi bisnis mereka.
5. Lee Hae-jin (Starship Entertainment)
![7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao]()
Foto:Starship Entertainment
CEO Starship Entertainment Lee Hae-jin, agensi yang menaungi IVE, MONSTA X, dan Cosmic Girls (WJSN), terlibat dalam kontroversi besar terkait manipulasi voting dalam program survival populer Produce 101.
Kontroversi ini mencuat setelah terungkap bahwa hasil voting program tersebut dimanipulasi untuk menguntungkan trainee tertentu, termasuk yang berasal dari Starship Entertainment.
Skandal ini memicu kemarahan publik dan menyebabkan penurunan kepercayaan terhadap integritas program survival dan industri hiburan Korea secara keseluruhan. Lee Hae-jin dan beberapa eksekutif dari agensi lain terlibat dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
6. Kim Kwang-soo (MBK Entertainment)
![7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao]()
Foto: via Soompi
Kim Kwang-soo, CEO MBK Entertainment, menghadapi kritikan tajam setelah kontroversi yang melibatkan girl group T-ara pada 2012. Skandal tersebut berpusat pada dugaan perisakan antar-anggota grup, yang menyebabkan keretakan di dalam grup dan berujung pada keluarnya beberapa anggota.
Selain itu, Kim juga dikritik karena kontrak yang dianggap memberatkan artis-artisnya, dengan mereka terikat kontrak jangka panjang dengan pembagian keuntungan yang tidak adil.
Baca Juga: Berapa Lama SIM Suga BTS Dicabut? Ini Aturannya di Korea
7. Kim Beom-soo (Kakao Corp.)
![7 Bos Agensi K-Pop yang Terkena Skandal, dari Big 4 hingga Kakao]()
Foto: Kakao Corp.
Kim Beom-soo bukanlah bos agensi K-pop, tapi pendiri Kakao Corp., perusahaan konglomerasi teknologi di Korea, ini diduga terlibat dalam kasuspembelian saham SM Entertainment.
Karena kasus ini, Kim Beom-sooditangkap pada 23 Juli lalu atas tuduhan memanipulasi harga saham SM Entertainment dalam persaingan akuisisi dengan HYBE. Pengadilan Seoul mengeluarkan surat penangkapan karena risiko pelarian dan penghilangan bukti.
Dugaan manipulasi harga saham ini terkait dengan pembelian saham SM Entertainment oleh Kakao, yang menyebabkan harga melonjak dan membuat HYBE mundur dari perebutan saham. Kim Beom-soo telah membantah tuduhan ini.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Adapun kini Kakao menguasai 39,87% saham SM Entertainment. Meski begitu, beredar rumor bahwa Kakao akan menjual saham agensi K-pop tersebut.
MG/Audina Athiyyah
5. Lee Hae-jin (Starship Entertainment)

Foto:Starship Entertainment
CEO Starship Entertainment Lee Hae-jin, agensi yang menaungi IVE, MONSTA X, dan Cosmic Girls (WJSN), terlibat dalam kontroversi besar terkait manipulasi voting dalam program survival populer Produce 101.
Kontroversi ini mencuat setelah terungkap bahwa hasil voting program tersebut dimanipulasi untuk menguntungkan trainee tertentu, termasuk yang berasal dari Starship Entertainment.
Skandal ini memicu kemarahan publik dan menyebabkan penurunan kepercayaan terhadap integritas program survival dan industri hiburan Korea secara keseluruhan. Lee Hae-jin dan beberapa eksekutif dari agensi lain terlibat dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
6. Kim Kwang-soo (MBK Entertainment)

Foto: via Soompi
Kim Kwang-soo, CEO MBK Entertainment, menghadapi kritikan tajam setelah kontroversi yang melibatkan girl group T-ara pada 2012. Skandal tersebut berpusat pada dugaan perisakan antar-anggota grup, yang menyebabkan keretakan di dalam grup dan berujung pada keluarnya beberapa anggota.
Selain itu, Kim juga dikritik karena kontrak yang dianggap memberatkan artis-artisnya, dengan mereka terikat kontrak jangka panjang dengan pembagian keuntungan yang tidak adil.
Baca Juga: Berapa Lama SIM Suga BTS Dicabut? Ini Aturannya di Korea
7. Kim Beom-soo (Kakao Corp.)

Foto: Kakao Corp.
Kim Beom-soo bukanlah bos agensi K-pop, tapi pendiri Kakao Corp., perusahaan konglomerasi teknologi di Korea, ini diduga terlibat dalam kasuspembelian saham SM Entertainment.
Karena kasus ini, Kim Beom-sooditangkap pada 23 Juli lalu atas tuduhan memanipulasi harga saham SM Entertainment dalam persaingan akuisisi dengan HYBE. Pengadilan Seoul mengeluarkan surat penangkapan karena risiko pelarian dan penghilangan bukti.
Dugaan manipulasi harga saham ini terkait dengan pembelian saham SM Entertainment oleh Kakao, yang menyebabkan harga melonjak dan membuat HYBE mundur dari perebutan saham. Kim Beom-soo telah membantah tuduhan ini.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Adapun kini Kakao menguasai 39,87% saham SM Entertainment. Meski begitu, beredar rumor bahwa Kakao akan menjual saham agensi K-pop tersebut.
MG/Audina Athiyyah
(ita)
Lihat Juga :