Tips Pemulihan Mental untuk Korban KDRT, Ikuti 9 Cara Ini
Senin, 19 Agustus 2024 - 03:03 WIB
loading...
KDRT tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan mental korban. Foto Ilustrasi/Freepik
A
A
A
SURABAYA - Selebgram Cut Intan Nabila baru-baru ini mengejutkan warganet karena diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya, Armor Toreador Gustifante.
KDRT tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan mental korban. Lantas, bagaimana pemulihan mental korban KDRT?
Dosen Keperawatan Jiwa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Uswatun Hasanah menjelaskan, dampak fisik dari KDRT dapat diobati dengan melakukan pengobatan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, dampak psikis (trauma) bisa jadi menjadi dampak menetap yang kapan pun bisa kambuh jika berada dalam situasi serupa sehingga memicu munculnya ingatan dan pengalaman tidak menyenangkan saat mengalami KDRT.
Baca Juga: Benarkah Perilaku KDRT Dipicu Trauma Masa Lalu? Ini Penjelasan Psikolog
Uswatun menjelaskan, trauma merupakan kondisi yang sulit untuk disembuhkan, butuh waktu yang lama bahkan bertahun-tahun agar korban kekerasan dapat betul-betul terlepas dari rasa traumanya.
“Oleh sebab itu perlu segera dilakukan penanganan maupun pendampingan psikologis bagi korban KDRT agar tidak mengalami stress pasca trauma,” tutur Uswatun belum lama ini.
KDRT tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan mental korban. Lantas, bagaimana pemulihan mental korban KDRT?
Dosen Keperawatan Jiwa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Uswatun Hasanah menjelaskan, dampak fisik dari KDRT dapat diobati dengan melakukan pengobatan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, dampak psikis (trauma) bisa jadi menjadi dampak menetap yang kapan pun bisa kambuh jika berada dalam situasi serupa sehingga memicu munculnya ingatan dan pengalaman tidak menyenangkan saat mengalami KDRT.
Baca Juga: Benarkah Perilaku KDRT Dipicu Trauma Masa Lalu? Ini Penjelasan Psikolog
Uswatun menjelaskan, trauma merupakan kondisi yang sulit untuk disembuhkan, butuh waktu yang lama bahkan bertahun-tahun agar korban kekerasan dapat betul-betul terlepas dari rasa traumanya.
“Oleh sebab itu perlu segera dilakukan penanganan maupun pendampingan psikologis bagi korban KDRT agar tidak mengalami stress pasca trauma,” tutur Uswatun belum lama ini.
Lihat Juga :