Aplikasi Prakiraan Cuaca untuk Wisatawan Segera Dirilis, Kolaborasi Kemenparekraf dan BMKG
Senin, 19 Agustus 2024 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
"Aplikasi ini kontennya tidak hanya suhu udara berapa derajat, apakah akan terjadi hujan atau berawan, tidak hanya itu. Tapi juga potensi dampaknya bagaimana. Apakah akan terjadi kilat petir, apakah akan terjadi puting beliung, longsor, banjir," jelas Dwi.
Selain itu, aplikasi ini tidak hanya membantu wisatawan mengetahui bagaimana prakiraan cuaca destinasi yang akan dituju, tapi juga mitigasi dan informasi bila terjadi kemungkinan terjadi cuaca ekstrem.
"Ini sangat penting bagi para wisatawan ya. Misalnya mau mengunjungi Labuan Bajo, lalu ada potensi hujan lebat di siang hari, berati kita harus cepat berangkat pagi, sampai jam 1 harus kembali ke lokasi. Aplikasi ini nantinya akan membuat perencanaan lebih tepat," ujar Dwi.
IBF, disebut Dwi dibuat seakurat mungkin degan berbasis data-data yang sudah disiapkan. Data tersebut juga telah diobservasi ke sejumlah titik-titik di wilayah Indonesia untuk menguji keakurasiannya.
Baca Juga: Kemenparekraf Optimistis IKN Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036
Selain itu, aplikasi ini tidak hanya membantu wisatawan mengetahui bagaimana prakiraan cuaca destinasi yang akan dituju, tapi juga mitigasi dan informasi bila terjadi kemungkinan terjadi cuaca ekstrem.
"Ini sangat penting bagi para wisatawan ya. Misalnya mau mengunjungi Labuan Bajo, lalu ada potensi hujan lebat di siang hari, berati kita harus cepat berangkat pagi, sampai jam 1 harus kembali ke lokasi. Aplikasi ini nantinya akan membuat perencanaan lebih tepat," ujar Dwi.
IBF, disebut Dwi dibuat seakurat mungkin degan berbasis data-data yang sudah disiapkan. Data tersebut juga telah diobservasi ke sejumlah titik-titik di wilayah Indonesia untuk menguji keakurasiannya.
Baca Juga: Kemenparekraf Optimistis IKN Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036
Lihat Juga :