Abbott Bersama Kemendikbudristek Berdayakan Orang Tua dan Pendidik untuk Tanggulangi Malnutrisi pada Anak
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 10:50 WIB
loading...
Abbott bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyelenggarakan program pendidikan di TK untuk menanggulangi malnutrisi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Abbott bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan program pendidikan di TK Islam Bunayya. Program ini memberikan informasi serta sumber daya terhadap keluarga dan anggota komunitas, menyediakan pemeriksaan di tempat untuk membantu mengidentifikasi malnutrisi sekaligus membantu mendorong pertumbuhan holistik pada anak.
Malnutrisi merupakan masalah kompleks yang muncul dalam berbagai bentuk. Stunting, salah satu bentuk malnutrisi yang umum terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah tinggi badan yang sehat untuk usianya. Hal ini dapat menghambat tumbuh kembang anak, memengaruhi kesehatannya secara menyeluruh, dan membatasi potensi mereka di masa depan. Anak pengidap stunting berisiko mengalami defisiensi imun, gangguan fungsi kognitif, masalah perilaku, dan penurunan kesehatan tulang, serta penurunan massa otot.
Saat ini, terdapat sekitar 148 juta balita di seluruh dunia yang mengidap stunting, dan 6,3 juta di antaranya berada di Indonesia.
“Malnutrisi memengaruhi anak di segala usia dan status sosial serta ekonomi. Maka dari itu, dalam memerangi malnutrisi dibutuhkan upaya bersama antara sektor pemerintah dan swasta,” kata Dr. Prawira Winata, Head of Nutrition Medical Affairs at AbbottinIndonesia.
“Abbott telah lama berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia melalui nutrisi yang baik. Inisiatif dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi ini akan membantu menyediakan sarana dan dukungan kepada para orang tua untuk mengidentifikasi malnutrisi sejak dini, menangani dan mencegahnya,” lanjutnya.
Sementara itu, lebih dari 80 orang tua dan anak mengikuti penyuluhan gizi dan pemeriksaan malnutrisi di TK Islam Bunayya. Para guru di sekolah tersebut diajarkan cara menggunakan grafik pertumbuhan untuk mengukur dan memantau pertumbuhan anak secara berkesinambungan. Hal ini merupakan upaya penting yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengidentifikasi masalah stunting sejak dini.
“Mengurangi dan mencegah stunting pada anak merupakan prioritas utama di Indonesia,” ujar Komalasari M.Pd, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Malnutrisi merupakan masalah kompleks yang muncul dalam berbagai bentuk. Stunting, salah satu bentuk malnutrisi yang umum terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah tinggi badan yang sehat untuk usianya. Hal ini dapat menghambat tumbuh kembang anak, memengaruhi kesehatannya secara menyeluruh, dan membatasi potensi mereka di masa depan. Anak pengidap stunting berisiko mengalami defisiensi imun, gangguan fungsi kognitif, masalah perilaku, dan penurunan kesehatan tulang, serta penurunan massa otot.
Saat ini, terdapat sekitar 148 juta balita di seluruh dunia yang mengidap stunting, dan 6,3 juta di antaranya berada di Indonesia.
“Malnutrisi memengaruhi anak di segala usia dan status sosial serta ekonomi. Maka dari itu, dalam memerangi malnutrisi dibutuhkan upaya bersama antara sektor pemerintah dan swasta,” kata Dr. Prawira Winata, Head of Nutrition Medical Affairs at AbbottinIndonesia.
“Abbott telah lama berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia melalui nutrisi yang baik. Inisiatif dengan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi ini akan membantu menyediakan sarana dan dukungan kepada para orang tua untuk mengidentifikasi malnutrisi sejak dini, menangani dan mencegahnya,” lanjutnya.
Sementara itu, lebih dari 80 orang tua dan anak mengikuti penyuluhan gizi dan pemeriksaan malnutrisi di TK Islam Bunayya. Para guru di sekolah tersebut diajarkan cara menggunakan grafik pertumbuhan untuk mengukur dan memantau pertumbuhan anak secara berkesinambungan. Hal ini merupakan upaya penting yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengidentifikasi masalah stunting sejak dini.
“Mengurangi dan mencegah stunting pada anak merupakan prioritas utama di Indonesia,” ujar Komalasari M.Pd, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lihat Juga :