Netizen Ramai Desak University of Pennsylvania Cabut Beasiswa S2 Erina Gudono
Minggu, 25 Agustus 2024 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Erina Gudono Disamakan dengan Ratu Prancis Marie Antoinette Imbas Pamer Kemewahan saat Rakyat Susah
Dalam template tersebut, University of Pennsylvania diminta untuk mempertimbangkan kembali keputusan penerimaan dan beasiswa menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Hal ini mengingat latar belakang keluarga dan afiliasi politiknya yang dinilai kontroversial.
"Perihal Pertanyaan Mengenai Keputusan Penerimaan Erina Gudono. Yth. (Nama Dosen). Saya harap pesan ini sampai kepada Anda dengan baik. Saya menulis untuk membahas masalah yang memprihatinkan terkait penerimaan Erina Gudono ke dalam program Master of Science di School of Social Policy and Practice (SP2) di University of Pennsylvania," bunyi email tersebut dikutip Minggu (25/8/2024).
"Telah menjadi perhatian kami bahwa keluarga Erina Gudono memiliki hubungan historis dengan rezim di Indonesia yang dikenal dengan pemerintahan otoriternya, yang secara signifikan berdampak pada berbagai segmen masyarakat, terutama mereka yang kurang beruntung. Mengingat iklim politik di Indonesia saat ini, yang sedang mengalami perubahan yang cukup besar, penerimaan seseorang dengan latar belakang seperti itu ke dalam program yang didedikasikan untuk keadilan sosial dan kebijakan menimbulkan pertimbangan yang bijaksana," sambungnya.
Dalam template tersebut, University of Pennsylvania diminta untuk mempertimbangkan kembali keputusan penerimaan dan beasiswa menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Hal ini mengingat latar belakang keluarga dan afiliasi politiknya yang dinilai kontroversial.
"Perihal Pertanyaan Mengenai Keputusan Penerimaan Erina Gudono. Yth. (Nama Dosen). Saya harap pesan ini sampai kepada Anda dengan baik. Saya menulis untuk membahas masalah yang memprihatinkan terkait penerimaan Erina Gudono ke dalam program Master of Science di School of Social Policy and Practice (SP2) di University of Pennsylvania," bunyi email tersebut dikutip Minggu (25/8/2024).
"Telah menjadi perhatian kami bahwa keluarga Erina Gudono memiliki hubungan historis dengan rezim di Indonesia yang dikenal dengan pemerintahan otoriternya, yang secara signifikan berdampak pada berbagai segmen masyarakat, terutama mereka yang kurang beruntung. Mengingat iklim politik di Indonesia saat ini, yang sedang mengalami perubahan yang cukup besar, penerimaan seseorang dengan latar belakang seperti itu ke dalam program yang didedikasikan untuk keadilan sosial dan kebijakan menimbulkan pertimbangan yang bijaksana," sambungnya.
Lihat Juga :