Kemenparekraf Siap Dongkrak Peringkat TTDI Indonesia ke Posisi 15 di 2025
Rabu, 28 Agustus 2024 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
"Event ini akan menjadi kick off dari pengenalan kepada seluruh pemda sekaligus membangun awareness dan turut merasakan urgensi pariwisata yang berkualitas. Sehingga nantinya mampu memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia dan di negara-negara ASEAN," kata Odo saat konferensi pers IQTC 2024 secara online, Rabu (28/8/2024).
Mengusung tema Building Quality Tourism Experiences Through Sustainable Practices and Collaborative Innovation, IQTC sendiri merupakan kolaborasi antara Kemenkomarves, Kemenparekraf, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Bank Indonesia, serta World Economic Forum (WEF). Tahun ini IQTC akan diikuti oleh 300 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, akademisi, industri pariwisata, dan organisasi internasional.
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menjelaskan bahwa kenaikan peringkat TTDI Indonesia menjadi 22 dunia diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Tanah Air.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata dan aspek keamanan serta kebersihan di destinasi super prioritas.
Baca Juga: Kemenparekraf Gelar FGD Bahas Tantangan Industri Musik di Era Disrupsi Teknologi Digital
Mengusung tema Building Quality Tourism Experiences Through Sustainable Practices and Collaborative Innovation, IQTC sendiri merupakan kolaborasi antara Kemenkomarves, Kemenparekraf, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Bank Indonesia, serta World Economic Forum (WEF). Tahun ini IQTC akan diikuti oleh 300 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, akademisi, industri pariwisata, dan organisasi internasional.
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati menjelaskan bahwa kenaikan peringkat TTDI Indonesia menjadi 22 dunia diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Tanah Air.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata dan aspek keamanan serta kebersihan di destinasi super prioritas.
Baca Juga: Kemenparekraf Gelar FGD Bahas Tantangan Industri Musik di Era Disrupsi Teknologi Digital
Lihat Juga :