Arakan Karnaval Authentic Purbalingga Ki Arsantaka
Minggu, 01 September 2024 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu pemeran pasukan dalam tarian perang tersebut juga berasal dari Kie Tari gubahannya. Dalam atraksi ini Diakhiri dengan Ki Arsantaka yang diperankan oleh Bapak Camat Sugeng Riyadi , SH ini dengan memberikan gulungan surat kepada Bupati Purbalingga yang berisi harapannya untuk menjadikan Kota Purbalingga memberikan perhatian khususnya untuk mengangkat tokoh – tokoh local Purbalingga dalam Event yang Authentic sebagai wujud apresiasi.
Slamet Santosa juga menambahkan bahwa arakan Karnaval ini menjadi sangat hidup dengan dukungan dari seluruh perangkat 18 Desa yang mengirimkan perwakilannya sebagai pasukan perang dengan berkostum authentic jawa lengkap denga peralatan perangnya. Serta terlihat juga ibu ibu yang membawakan hasil perkebunannya yang memberikan symbol kesuburan Kecamatan Kaligondang dengan hasil buminya. Hal ini diakuinya juga merupakan andil besar dari Bapak Camat Sugeng Riyadi, SH yang dapat menyatukan warganya untuk berpartipasi dalam arakan tersebut.
Baca Juga: Pangeran William dan Harry Jaga Jarak di Pemakaman Paman, Ogah Bicara
Gita Yohanna pegiat Kie Art sangat bersyukur karena Seniman Kie Art memiliki kemampuan untuk membuat beberapa patung arakan untuk mensempurnakan formasi dari arakan karnaval ini. Terlihat beberapa patung yang berada dalam arakan seperti Kuda tunggangan Ki Arsantaka lengkap dengan suara ringkikannya, Semar yang menjadi symbol leluhur masyarakat jawa yang barsifat religious dan dianggap sebagai utusan Sang Hyang Tunggal, serta adanya patung arakan Garuda sebagai symbol Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki benang merah dengan atraksi perang jenar untuk mari kita sama sama menjaga Persatuan Indonesia.
Kecamatan kaligondang yang terdiri dari beberapa desa yang memiliki seni dan budaya yang kuat ini juga memiliki mimpi yang besar sebagai poros seni budaya Kota Purbalingga, Jawa Tengah.
Slamet Santosa juga menambahkan bahwa arakan Karnaval ini menjadi sangat hidup dengan dukungan dari seluruh perangkat 18 Desa yang mengirimkan perwakilannya sebagai pasukan perang dengan berkostum authentic jawa lengkap denga peralatan perangnya. Serta terlihat juga ibu ibu yang membawakan hasil perkebunannya yang memberikan symbol kesuburan Kecamatan Kaligondang dengan hasil buminya. Hal ini diakuinya juga merupakan andil besar dari Bapak Camat Sugeng Riyadi, SH yang dapat menyatukan warganya untuk berpartipasi dalam arakan tersebut.
Baca Juga: Pangeran William dan Harry Jaga Jarak di Pemakaman Paman, Ogah Bicara
Gita Yohanna pegiat Kie Art sangat bersyukur karena Seniman Kie Art memiliki kemampuan untuk membuat beberapa patung arakan untuk mensempurnakan formasi dari arakan karnaval ini. Terlihat beberapa patung yang berada dalam arakan seperti Kuda tunggangan Ki Arsantaka lengkap dengan suara ringkikannya, Semar yang menjadi symbol leluhur masyarakat jawa yang barsifat religious dan dianggap sebagai utusan Sang Hyang Tunggal, serta adanya patung arakan Garuda sebagai symbol Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki benang merah dengan atraksi perang jenar untuk mari kita sama sama menjaga Persatuan Indonesia.
Kecamatan kaligondang yang terdiri dari beberapa desa yang memiliki seni dan budaya yang kuat ini juga memiliki mimpi yang besar sebagai poros seni budaya Kota Purbalingga, Jawa Tengah.
(dra)
Lihat Juga :