alexametrics

Berkat Sunindo, Boneka Sesame Street Diproduksi di Indonesia

loading...
Berkat Sunindo, Boneka Sesame Street Diproduksi di Indonesia
PT Sunindo Adipersada kembali memperoleh kepercayaan untuk memproduksi boneka dari brand mainan atau boneka internasional. / Foto: ist
A+ A-
JAKARTA - Kualitas boneka dalam negeri kembali mendapat pengakuan dunia. Berkat kemampuannya dalam menghasilkan boneka yang berkualitas, baik dari segi tekstur, model dan bahan baku yang dibuat, PT Sunindo Adipersada memperoleh kepercayaan untuk memproduksi boneka dari brand mainan atau boneka internasional.

Tidak tanggung-tanggung, salah satu brand boneka populer asal Jerman, Living Puppets GmBH, yang memproduksi Sesame Street, kembali menjalin kerjasama dengan Sunindo. Penandatanganan kerjasama antara Sunindo dengan Living Puppets itu pun dilaksanakan pada Sabtu (19/10) di tengah acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang berlangsung di Indonesia Convention Expo (ICE) BSD, Tangerang Selatan (16-20 Oktober 2019).

Selain CEO Living Puppets, Olaf Matthias dan CEO PT Sunindo Adipersada, Iwan Tjen, penandatanganan kerjasama tersebut juga dihadiri Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, serta Staf Khusus Kepresidenan, Diaz Hendropriyono.



Olaf Matthias mengaku sangat senang dengan kerjasama yang sebelumnya juga sudah terjalin sejak 2013. Dirinya berharap kemitraan dengan Sunindo akan berlanjut dalam jangka panjang. "Bersama Sunindo, kami melakukan komitmen pemesanan jangka panjang," tegas Olaf dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews di Jakarta, Sabtu.

"Sejauh ini kami puas dengan kualitas hasil boneka produksi mereka. Hal inilah yang membuat kami tidak ragu untuk memproduksi brand kami di pabrik boneka Sunindo," imbuhnya.

Kepercayaan dari Living Puppets itu juga disambut dengan senang oleh Iwan Tjen. Dia pun berharap hal tersebut dapat memacu produktivitas ekspor maupun kreavifitas lainnya. "Semoga boneka buatan Indonesia dapat bersaing secara global, menguntit kompetitor lainnya sepeti China," harapnya.

Di sisi lain, Iwan Tjen mengungkapkan bahwa pihaknya tidak boleh cepat puas dengan pencapaian tersebut. "Kita juga harus memiliki strategi marketing yang out of the box agar produksi kami disukai dan terjadi transaksi pemesanan yang konsisten. Yang pasti, Sunindo akan terus mengekspor boneka ke berbagai negara potensial lainnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Iwan Tjen mengutarakan bahwa dalam persaingan global industri mainan saat ini, Indonesia juga memperoleh tempat sebagai salah satu produsen mainan/boneka yang diakui kualitasnya.

Salah satu karakter boneka Sesame Street yang terkenal dari produksi Sunindo adalah Elmo. Selain karakter boneka Sesame Street, Sunindo, yang memiliki pabrik di Cileungsi, Bogor, juga memproduksi merchandise Bandara Changi, sejumlah brand boneka asal Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Boneka produksi Sunindo semakin dikenal ketika membuatkan merchandise pemerintah Indonesia di Sidang Umun PBB belum lama ini.

Sementara itu, Dubes Arif Havas mengungkapkan bahwa kerjasama Sunindo-Living Puppets itu akan semakin menguatkan hubungan ekonomi Indonesia-Jerman, dan membuat keseimbangan neraca perdagangan kedua belah negara. "Indonesia juga diuntungkan dari trade war antara China dan Amerika. Perusahaan atau pelaku bisnis Indonesia lainnya harus mengambil celah atau kesempatan seperti yang dilakukan PT Sunindo Adipersada," ujarnya.

Transaksi perdagangan Sunindo dengan Living Puppets dan juga brand lainnya mendapat apresiasi dari Diaz Hendropriyono. Dia mendorong potensi industri kreatif di Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya di luar, seperti yang diamanatkan Presiden Joko Widodo kepada seluruh pelaku bisnis di Indonesia.

"Selamat untuk Sunindo Adipersada. Inilah yang terus diingatkan serta tentunya didukung pemerintah dalam hal meningkatkan produktivitas ekspor kita. Daya saing produksi dalam negeri kita bisa berbicara banyak di luar," tandas Diaz Hendroproyono.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak