Terobosan Baru Pengobatan Kanker Payudara, Pentingnya Diagnosis HER2
Rabu, 11 September 2024 - 00:05 WIB
loading...
A
A
A
Trastuzumab deruxtecan akan bekerja dengan cara menempel pada reseptor HER2, bahkan jika ekspresi HER2 hanya rendah (seperti IHC 1+ atau 2+). "Setelah menempel, obat ini melepaskan senyawa sitotoksik yang bekerja seperti "rudal" untuk menghancurkan sel kanker," ungkapnya lagi.
Dengan Terapi Target, lanjut dr Andhika, pendekatan pengobatan kanker payudara menjadi lebih spesifik dan terarah. "Membuka peluang lebih besar untuk hasil yang lebih baik bagi pasien yang sebelumnya tidak bisa mendapatkan terapi targeted," paparnya.
Pada pengobatan menggunakan trastuzumab, pasien menerima pengobatan selama setahun. "Ini biasanya dibagi menjadi beberapa kali pemberian, mungkin 17 kali selama periode tersebut. Namun, setiap respons terhadap pengobatan harus dipantau, termasuk dengan tes seperti IHK," jelas dr Andhika.
Setelah pengobatan awal, kanker payudara bisa kambuh dan bermetastasis ke organ lain, seperti hati atau tulang. Dalam kasus ini, biopsi ulang sering kali diperlukan untuk memastikan apakah kanker yang muncul memiliki sifat yang sama dengan kanker awal.
"Namun, banyak pasien enggan menjalani biopsi lagi karena sudah lelah secara fisik dan mental akibat perawatan sebelumnya seperti kemoterapi atau radiasi," jelas dr Andhika.
Terutama saat pengobatan kanker, terutama dengan terapi hormonal, dr Andhika menyebut bisa memiliki efek samping psikologis yang signifikan. Pasien sering kali mengalami kelelahan mental, dan beberapa mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti depresi atau keinginan bunuh diri.
"Ini terutama terjadi pada pasien yang menjalani terapi hormonal, di mana terapi tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh, menyebabkan perasaan seperti yang dialami orang hamil atau menopause," jelas dr Andhika.
Dengan Terapi Target, lanjut dr Andhika, pendekatan pengobatan kanker payudara menjadi lebih spesifik dan terarah. "Membuka peluang lebih besar untuk hasil yang lebih baik bagi pasien yang sebelumnya tidak bisa mendapatkan terapi targeted," paparnya.
Pada pengobatan menggunakan trastuzumab, pasien menerima pengobatan selama setahun. "Ini biasanya dibagi menjadi beberapa kali pemberian, mungkin 17 kali selama periode tersebut. Namun, setiap respons terhadap pengobatan harus dipantau, termasuk dengan tes seperti IHK," jelas dr Andhika.
Setelah pengobatan awal, kanker payudara bisa kambuh dan bermetastasis ke organ lain, seperti hati atau tulang. Dalam kasus ini, biopsi ulang sering kali diperlukan untuk memastikan apakah kanker yang muncul memiliki sifat yang sama dengan kanker awal.
"Namun, banyak pasien enggan menjalani biopsi lagi karena sudah lelah secara fisik dan mental akibat perawatan sebelumnya seperti kemoterapi atau radiasi," jelas dr Andhika.
Terutama saat pengobatan kanker, terutama dengan terapi hormonal, dr Andhika menyebut bisa memiliki efek samping psikologis yang signifikan. Pasien sering kali mengalami kelelahan mental, dan beberapa mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti depresi atau keinginan bunuh diri.
"Ini terutama terjadi pada pasien yang menjalani terapi hormonal, di mana terapi tersebut dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh, menyebabkan perasaan seperti yang dialami orang hamil atau menopause," jelas dr Andhika.
(dra)
Lihat Juga :