Profil dan Perjalanan Karier Dave Grohl, Mantan Drummer Nirvana yang Kini Bernaung di Foo Fighters
Jum'at, 13 September 2024 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
Setibanya di Virginia, Dave Grohl bergabung dengan sebuah band lokal bernama Freak Baby sembari mempelajari cara bermain drum. Mungkin sudah takdir Dave Grohl untuk menjadi seorang drummer terkenal. Basis Freak Baby dipecat dan band tersebut melakukan perombakan susunan anggota band. Keputusan bulat membuat Dave Grohl mengubah posisinya menjadi drummer dari band yang kemudian berganti nama menjadi Mission Impossible itu.
Dave Grohl yang terpengaruh oleh band-band heavy metal seperti Led Zeppelin, Kiss, Motorhead, dan Black Sabbath sekaligus punk yaitu Stooges, Bad Brains, Black Flag, serta Germs, akhirnya mengikuti audisi drummer dari band punk Washington D.C. yang bernama Scream. Demi Scream, Dave Grohl yang saat itu baru berusia 17 tahun bahkan berbohong tentang usianya yang dianggap terlalu muda untuk bergabung.
Selama 4 tahun, karier Dave Grohl meroket bersama Scream. Mereka pernah merekam album live dari pertunjukan di Alzey, Jerman. Sayang, di tahun 1990 Scream harus bubar karena basis mereka memutuskan untuk keluar dari grup.
Setelah Scream bubar, Dave Grohl yang memang telah dikenalkan pada Kurt Cobain dan Krist Novoselic, member original Nirvana, kemudian mengikuti audisi band yang sedang mencari drummer. Dengan kemampuan drumnya yang tidak dapat diragukan, Dave Grohl pun berhasil menjadi drummer Nirvana yang berasal dari Seattle.
Di tahun 1991, nama Nirvana meledak bersamaan dengan dirilisnya album “Nevermind” yang menandakan debut mereka bersama label besar. Sekitar waktu yang sama, Dave Grohl juga menyempatkan diri untuk menulis dan merekam demonya sendiri yang berjudul “Pocketwatch”. Sementara nama Dave Grohl semakin dikenal karena gaya bermain drumnya yang memiliki ciri khas sederhana, namun meninggalkan kesan yang mendalam.
Tahun 1993, Dave Grohl juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi untuk menulis lagu “Scentless Apprentice” serta “Marigold” dalam album “In Utero” Nirvana. Bahkan pada lagu “Marigold”, ia menjadi vokalis, sementara Kurt Cobain menjadi gitarisnya. Ini menunjukkan bahwa talenta Dave Grohl dalam seni musik tidak bisa dianggap remeh.
Kematian Kurt Cobain di tahun 1994 membawa dunia pada keterkejutan yang hebat, terlebih buat Dave Grohl dan Krist Novoselic yang merupakan anggota Nirvana. Kehilangan Kurt Cobain yang merupakan frontman Nirvana membuat band tersebut dengan terpaksa bubar.
Menyusul apa yang telah terjadi kepada Kurt Cobain dan Nirvana, Dave Grohl menghilang selama beberapa bulan. Ia merasa tidak yakin dengan tujuan hidupnya dan merasa kehilangan arah. Ia pergi ke sebuah daerah antah berantah di Irlandia selama beberapa waktu, mengisolasi diri.
Dave Grohl yang terpengaruh oleh band-band heavy metal seperti Led Zeppelin, Kiss, Motorhead, dan Black Sabbath sekaligus punk yaitu Stooges, Bad Brains, Black Flag, serta Germs, akhirnya mengikuti audisi drummer dari band punk Washington D.C. yang bernama Scream. Demi Scream, Dave Grohl yang saat itu baru berusia 17 tahun bahkan berbohong tentang usianya yang dianggap terlalu muda untuk bergabung.
Selama 4 tahun, karier Dave Grohl meroket bersama Scream. Mereka pernah merekam album live dari pertunjukan di Alzey, Jerman. Sayang, di tahun 1990 Scream harus bubar karena basis mereka memutuskan untuk keluar dari grup.
Setelah Scream bubar, Dave Grohl yang memang telah dikenalkan pada Kurt Cobain dan Krist Novoselic, member original Nirvana, kemudian mengikuti audisi band yang sedang mencari drummer. Dengan kemampuan drumnya yang tidak dapat diragukan, Dave Grohl pun berhasil menjadi drummer Nirvana yang berasal dari Seattle.
Di tahun 1991, nama Nirvana meledak bersamaan dengan dirilisnya album “Nevermind” yang menandakan debut mereka bersama label besar. Sekitar waktu yang sama, Dave Grohl juga menyempatkan diri untuk menulis dan merekam demonya sendiri yang berjudul “Pocketwatch”. Sementara nama Dave Grohl semakin dikenal karena gaya bermain drumnya yang memiliki ciri khas sederhana, namun meninggalkan kesan yang mendalam.
Tahun 1993, Dave Grohl juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi untuk menulis lagu “Scentless Apprentice” serta “Marigold” dalam album “In Utero” Nirvana. Bahkan pada lagu “Marigold”, ia menjadi vokalis, sementara Kurt Cobain menjadi gitarisnya. Ini menunjukkan bahwa talenta Dave Grohl dalam seni musik tidak bisa dianggap remeh.
Kematian Kurt Cobain di tahun 1994 membawa dunia pada keterkejutan yang hebat, terlebih buat Dave Grohl dan Krist Novoselic yang merupakan anggota Nirvana. Kehilangan Kurt Cobain yang merupakan frontman Nirvana membuat band tersebut dengan terpaksa bubar.
Menyusul apa yang telah terjadi kepada Kurt Cobain dan Nirvana, Dave Grohl menghilang selama beberapa bulan. Ia merasa tidak yakin dengan tujuan hidupnya dan merasa kehilangan arah. Ia pergi ke sebuah daerah antah berantah di Irlandia selama beberapa waktu, mengisolasi diri.
Lihat Juga :