5 Masalah pada Kulit yang Tak Disadari saat Anda Terbang dengan Pesawat
Senin, 16 September 2024 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengatasinya, selain minum air putih, aplikasikan moisturizer sebelum Anda naik ke pesawat. Skincare tersebut tak hanya akan membuat kulit tetap moist, tapi juga menekan kemungkinan terjadinya iritasi.
Carilah produk yang mengandung asam hyaluronic. Asam hyaluronic ini merupakan molekul gula yang ditemukan secara alami pada kulit dan mampu mengikat air. Sebaliknya, hindari pemakaian face mist di dalam kabin pesawat karena air akan menguap dari kulit dan membuat kulit yang kering semakin parah.
Baca Juga: 7 Manfaat Daun Mint untuk Wajah, Cerahkan Kulit hingga Menghilangkan Mata Panda
Dermatologist Mona Gohara menyarankan agar begitu Anda naik dan duduk di pesawat, sisihkan waktu sebentar saja untuk rileks, lalu tarik napas yang dalam. Akan lebih baik bila Anda menggunakan minyak aromaterapi saat ingin terbang. Oleskan minyak tersebut di belakang kuping lalu ambil napas. Kondisi rileks dan nyaman dapat menekan hormon kortisol, sehingga timbulnya jerawat dapat dicegah.
Selain itu, menurut dermatologist Rina Allawh, menyenderkan wajah pada head rest pesawat dapat mengkontaminasi kulit dengan bakteri sehingga memicu timbulnya jerawat. Untuk itu, Anda disarankan agar tidak menyandarkan wajah pada permukaan kotor tersebut. Untuk jaga-jaga, bawalah selalu tisu basah di dalam tas agar Anda bisa membersihkan kulit sesegera mungkin kala dirasa kotor.
Carilah produk yang mengandung asam hyaluronic. Asam hyaluronic ini merupakan molekul gula yang ditemukan secara alami pada kulit dan mampu mengikat air. Sebaliknya, hindari pemakaian face mist di dalam kabin pesawat karena air akan menguap dari kulit dan membuat kulit yang kering semakin parah.
2. Terpapar Matahari
Menurut dermatologist dari Dove, Mona Gohara, saat berada di atas awan itu artinya Anda sedang dekat dengan matahari. Padahal, jendela dan badan pesawat tidak tahan sinar UV sehingga tak ada perlindungan dari paparan cahaya matahari. Agar sinar UV tidak sampai merusak kulit, aplikasikan sunscreen yang mengandung high-SPF sebelum dan selama penerbangan .3. Berminyak
Ketika kulit mengalami kekeringan, otomatis produksi minyak bakal meningkat. Dokter kecantikan dari Nexus Clinic, Jasmine Ruth Yuvarani, mengingatkan bahwa produksi minyak yang meningkat drastis dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Untuk itu, Anda disarankan selalu membawa moisturizer bebas minyak berukuran kecil di dalam tas dan oleskan setiap kali Anda merasa kulit mengering.Baca Juga: 7 Manfaat Daun Mint untuk Wajah, Cerahkan Kulit hingga Menghilangkan Mata Panda
4. Timbul Jerawat
Aktivitas sebelum terbang seperti perjalanan ke bandara, mengalami macet, ataupun lelah usai mengepak barang bawaan bisa membuat tubuh merasa letih dan stres. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan hormon kortisol, yang kemudian bermuara pada munculnya jerawat.Dermatologist Mona Gohara menyarankan agar begitu Anda naik dan duduk di pesawat, sisihkan waktu sebentar saja untuk rileks, lalu tarik napas yang dalam. Akan lebih baik bila Anda menggunakan minyak aromaterapi saat ingin terbang. Oleskan minyak tersebut di belakang kuping lalu ambil napas. Kondisi rileks dan nyaman dapat menekan hormon kortisol, sehingga timbulnya jerawat dapat dicegah.
Selain itu, menurut dermatologist Rina Allawh, menyenderkan wajah pada head rest pesawat dapat mengkontaminasi kulit dengan bakteri sehingga memicu timbulnya jerawat. Untuk itu, Anda disarankan agar tidak menyandarkan wajah pada permukaan kotor tersebut. Untuk jaga-jaga, bawalah selalu tisu basah di dalam tas agar Anda bisa membersihkan kulit sesegera mungkin kala dirasa kotor.
5. Muncul Kantung Mata
Menurut Jasmine Ruth Yuvarani, lama duduk di dalam pesawat dapat menghambat aliran darah yang pada akhirnya berdampak pada pembentukan kantung mata. Anda tentu tak mau keluar pesawat dalam kondisi mata berkantung dan menghitam, bukan? Untuk itu, Anda disarankan untuk sesekali bangun dari kursi, lalu jalan-jalan di sekitar area tempat duduk.(tsa)
Lihat Juga :