Bahasa Urban, dari Jakarta hingga Malang
Kamis, 27 Agustus 2020 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Walikan atau bahasa yang dibalik ini adalah manipulasi kata secara struktur bunyi dan atau makna. Jadi, bisa saja kata yang dibalik punya makna yang berbeda dari kata awalnya.
Contohnya, kata manuk (burung) yang dibaliknya menjadi kunam (penis). Ada pula kata dalam bahasa asing yang dibalik, contohnya slow (lambat) yang dibalik jadi wols atau saaf diucap jadi [w o l ə s].
Penutur bahasa Walikan punya istilah dalam upaya untuk membangun kesamaan dan menetapkan pilihan mereka. Seperti kita tahu bahwa dalam bahasa Jawa terdapat hierarkis bahasa.
Situasi seperti itu terlihat dalam praktik pemanggilan Walikan, saat penutur menyeragamkan nilai-nilai sosio-budaya Jawa yang rumit. (Baca Juga: 28 Ungkapan Bahasa Korea yang Sering Muncul dalam Drakor Beserta Artinya )
Mengingat para penutur Walikan adalah multibahasa dalam bahasa Jawa dan Indonesia, penggunaan bahasa Walikan menimbulkan solidaritas dan egaliterisme. Walikan sebagai bahasa remaja bisa meniadakan tingkat tutur kata, yang menghasilkan sikap yang lebih egaliter.
Putri Melina Febrianti
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @putri.melinaf
Contohnya, kata manuk (burung) yang dibaliknya menjadi kunam (penis). Ada pula kata dalam bahasa asing yang dibalik, contohnya slow (lambat) yang dibalik jadi wols atau saaf diucap jadi [w o l ə s].
Penutur bahasa Walikan punya istilah dalam upaya untuk membangun kesamaan dan menetapkan pilihan mereka. Seperti kita tahu bahwa dalam bahasa Jawa terdapat hierarkis bahasa.
Situasi seperti itu terlihat dalam praktik pemanggilan Walikan, saat penutur menyeragamkan nilai-nilai sosio-budaya Jawa yang rumit. (Baca Juga: 28 Ungkapan Bahasa Korea yang Sering Muncul dalam Drakor Beserta Artinya )
Mengingat para penutur Walikan adalah multibahasa dalam bahasa Jawa dan Indonesia, penggunaan bahasa Walikan menimbulkan solidaritas dan egaliterisme. Walikan sebagai bahasa remaja bisa meniadakan tingkat tutur kata, yang menghasilkan sikap yang lebih egaliter.
Putri Melina Febrianti
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @putri.melinaf
(it)
Lihat Juga :