Primaya Hospital Rayakan HUT ke-18 dengan Operasi Katarak Gratis untuk Petani Sukabumi
Selasa, 01 Oktober 2024 - 18:50 WIB
loading...
Primaya Hospital Group menutup rangkaian perayaan ulang tahun ke-18 dengan menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak yang diikuti oleh 50 orang. Foto/istimewa
A
A
A
SUKABUMI - Primaya Hospital Group menutup rangkaian perayaan ulang tahun ke-18 dengan menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak yang diikuti oleh 50 orang peserta yang berdomisili di Kota Sukabumi dan sekitarnya. Kegiatan ini diawali dengan tahap skrining yang telah dilaksanakan sejak tanggal 7 September 2024 yang lalu, kemudian dilanjutkan dengan tindakan operasi di tanggal 21 September 2024 dan layanan control paska operasi di tanggal 22 September 2024.
Bakti sosial ini diselenggarakan dari hasil pencapaian dari kegiatan Primaya Heart Race 2024, kegiatan olahraga virtual dengan aktifitas berjalan, berlari dan bersepeda, di mana pencapaian kilometer masing-masing tim dikonversi ke dalam nilai rupiah.
Berdasarkan Buku Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia (2017 – 2030) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindess di Provinsi Jawa Barat di tahun 2014 menunjukkan terdapat 180.663 kasus kebutaan dengan 71,7% kasus Katarak. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka prevalensi Katarak dan kasus kebutaan di Indonesia.
Sebagai rumah sakit yang mengedepankan mutu dan pelayanan pasien, dilakukan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif untuk memastikan pasien dalam keadaan fisik yang baik untuk menjalani operasi. Pada tahap skiring dilakukan pemeriksaan tensi, gula darah, pemeriksaan EKG, pemeriksaan katarak, visus dan biometri oleh dokter spesialis.
Baca Juga: P Diddy Ajukan Banding Atas Tuduhan Perdagangan Seks
Bakti sosial ini diselenggarakan dari hasil pencapaian dari kegiatan Primaya Heart Race 2024, kegiatan olahraga virtual dengan aktifitas berjalan, berlari dan bersepeda, di mana pencapaian kilometer masing-masing tim dikonversi ke dalam nilai rupiah.
Berdasarkan Buku Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan di Indonesia (2017 – 2030) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Rapid Assessment of Avoidable Blindess di Provinsi Jawa Barat di tahun 2014 menunjukkan terdapat 180.663 kasus kebutaan dengan 71,7% kasus Katarak. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka prevalensi Katarak dan kasus kebutaan di Indonesia.
Sebagai rumah sakit yang mengedepankan mutu dan pelayanan pasien, dilakukan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif untuk memastikan pasien dalam keadaan fisik yang baik untuk menjalani operasi. Pada tahap skiring dilakukan pemeriksaan tensi, gula darah, pemeriksaan EKG, pemeriksaan katarak, visus dan biometri oleh dokter spesialis.
Baca Juga: P Diddy Ajukan Banding Atas Tuduhan Perdagangan Seks
Lihat Juga :