Kabar Baik untuk Penderita Kanker, Indonesia Kini Miliki Teknologi Deteksi Dini
Rabu, 16 Oktober 2024 - 15:14 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui PT Forsta Kalmedic Global (Forsta) dengan GE HealthCare akhirnya perlahan namun pasti mampu menyediakan mesin CT Scan (Computed Tomography Scan) secara lokal.
Hal ini selaras dengan upaya meningkatkan kemandirian penggunaan alat kesehatan dalam negeri sehingga kurangi pasien kanker berobat ke luar Negeri yang coba digencarkan oleh pemerintah demi meningkatkan kualitas hidup kesehatan masyarakat Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, upaya membangun ekosistem radiofarmaka nasional ini yang diinisiasi Kalbe Farma ini guna menyuplai PET Scan dan CT Scan dapat mengurangi jumlah warga yang ke luar negeri untuk berobat.
Pria kelahiran Bogor, Mei 1964 ini mengatakan bahwa alasan warga pergi ke luar negeri untuk pengobatan kanker adalah karena di Indonesia sulit untuk mendeteksinya, karena kurangnya rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut.
Dia menyoroti layanan PET scan di Malaysia, di mana terdapat 20 RS yang menyediakan layanan itu, sementara di Singapura ada 17 RS yang menyediakannya. Adapun di Indonesia, katanya, hanya ada tiga RS dengan layanan itu, dan semuanya hanya ada di Jakarta. Dengan jumlah penduduk yang 280 juta dan hanya tiga penyedia layanan, kata Budi, antrean pun bisa berminggu-minggu.
Karena itu, katanya, produksi alat-alat kesehatan tersebut menjadi penting, karena kanker merupakan penyakit yang penanganannya diprioritaskan oleh negara, sebab membunuh begitu banyak orang.
Hal ini selaras dengan upaya meningkatkan kemandirian penggunaan alat kesehatan dalam negeri sehingga kurangi pasien kanker berobat ke luar Negeri yang coba digencarkan oleh pemerintah demi meningkatkan kualitas hidup kesehatan masyarakat Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, upaya membangun ekosistem radiofarmaka nasional ini yang diinisiasi Kalbe Farma ini guna menyuplai PET Scan dan CT Scan dapat mengurangi jumlah warga yang ke luar negeri untuk berobat.
Pria kelahiran Bogor, Mei 1964 ini mengatakan bahwa alasan warga pergi ke luar negeri untuk pengobatan kanker adalah karena di Indonesia sulit untuk mendeteksinya, karena kurangnya rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut.
Dia menyoroti layanan PET scan di Malaysia, di mana terdapat 20 RS yang menyediakan layanan itu, sementara di Singapura ada 17 RS yang menyediakannya. Adapun di Indonesia, katanya, hanya ada tiga RS dengan layanan itu, dan semuanya hanya ada di Jakarta. Dengan jumlah penduduk yang 280 juta dan hanya tiga penyedia layanan, kata Budi, antrean pun bisa berminggu-minggu.
Karena itu, katanya, produksi alat-alat kesehatan tersebut menjadi penting, karena kanker merupakan penyakit yang penanganannya diprioritaskan oleh negara, sebab membunuh begitu banyak orang.
Lihat Juga :