Kabar Baik untuk Penderita Kanker, Indonesia Kini Miliki Teknologi Deteksi Dini
Rabu, 16 Oktober 2024 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kalbe Farma untuk menyediakan fasilitas untuk menyediakan radiostop dimana orangtua saya meninggal karena cancer ibu bapak mertua laki dan perempuan punya keponakan scan cancer dan tentu adanya ini membuat penderita kanker bisa langsung tertangani,” ujar Budi Gunadi Sadikin kepada SINDOnews seusai meresmikan Fasilitas Produksi Radioisotop Site Jakarta Kalbe Farma di kawasan Pulomas, belum lama ini.
Dia juga menyebutkan rencananya untuk menyediakan sejumlah PET Scan, dan dia berharap di 2025 akhir, Indonesia punya total 21 PET Scan. "Sekarang kita mau beli sekitar 18 lagi, dan itu akan ada di 16 kota di seluruh pulau besar di Indonesia," katanya.
Budi mengapresiasi upaya Kalbe Farma dalam produksi mesin-mesin tersebut, yang dinilai dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan alat kesehatan nasional. Penyakit kanker menjadi penyebab kematian kedua tertinggi di dunia. Sekitar 70% kematian tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar mengatakn World Health Organization (WHO) melalui The International Agency for Research on Cancer (IARC) merilis data beban penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 408.661 kasus baru dengan angka mortalitas 242.988. Oleh karena itu, adanya perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran nuklir telah memberikan harapan baru bagi penderita kanker.
Terapi radiofarmaka menjadi pendekatan terapeutik baru yang inovatif dalam mengobati penyakit kanker. “Radiofarmaka digunakan dengan berbagai tujuan, termasuk diagnostik, pemeriksaan fungsi organ, serta aplikasi terapeutik dan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” kata Ketua Konsil Kedokteran Dunia ini.
Taruna menambahkan kebutuhan radiofarmaka terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pasien kanker. Namun, tantangan saat ini kapasitas produksi radiofarmaka belum memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Dia juga menyebutkan rencananya untuk menyediakan sejumlah PET Scan, dan dia berharap di 2025 akhir, Indonesia punya total 21 PET Scan. "Sekarang kita mau beli sekitar 18 lagi, dan itu akan ada di 16 kota di seluruh pulau besar di Indonesia," katanya.
Budi mengapresiasi upaya Kalbe Farma dalam produksi mesin-mesin tersebut, yang dinilai dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan alat kesehatan nasional. Penyakit kanker menjadi penyebab kematian kedua tertinggi di dunia. Sekitar 70% kematian tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar mengatakn World Health Organization (WHO) melalui The International Agency for Research on Cancer (IARC) merilis data beban penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 408.661 kasus baru dengan angka mortalitas 242.988. Oleh karena itu, adanya perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran nuklir telah memberikan harapan baru bagi penderita kanker.
Terapi radiofarmaka menjadi pendekatan terapeutik baru yang inovatif dalam mengobati penyakit kanker. “Radiofarmaka digunakan dengan berbagai tujuan, termasuk diagnostik, pemeriksaan fungsi organ, serta aplikasi terapeutik dan paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien,” kata Ketua Konsil Kedokteran Dunia ini.
Taruna menambahkan kebutuhan radiofarmaka terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pasien kanker. Namun, tantangan saat ini kapasitas produksi radiofarmaka belum memadai untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Lihat Juga :