4 Fakta Latiao, Jajanan Viral asal China yang Izinnya Ditarik Sementara BPOM

Selasa, 05 November 2024 - 17:00 WIB
loading...
4 Fakta Latiao, Jajanan...
Fakta latiao menyita perhatian publik usai viral karena dinilai bahaya setelah BPOM menemukan kandungan beracun. Foto/ Instagram
A A A
JAKARTA – Fakta latiao menyita perhatian publik usai viral karena dinilai bahaya setelah BPOM menemukan kandungan beracun di dalamnya.

Untuk melindungi masyarakat, BPOM sudah mengamankan seluruh latiao dari peredaran. BPOM juga menghentikan sementara peredaran Latiao impor dari China.

Baca Juga: BPOM Temukan Bakteri Berbahaya pada Jajanan China Latiao, Picu Keracunan

Fakta Latiao Makanan asal China

1. Latiao Berasal dari China
Latiao (Hanzi sederhana: Hanzi tradisional: harfiah: 'tongkat pedas/potongan pedas'). Latiao merupakan makanan ringan populer di China.

Latiao terbuat dari tepung gandum (terutama gluten gandum) yang dibumbui cabai. Makanan ringan ini punya tekstur kenyal dengan rasa asam dan pedas.

Pada awalnya, latiao disebut mianjin yang secara harfiah berarti gluten gandum. Kemudian, orang Pingjiang menyebutnya Mala karena rasanya pedas.

Pingjiang mempunyai sejarah pembuatan saus pedas, saus kering serta tahu pedas yang merupakan bagian penting Industri di pingjiang.

2. Menyebabkan keracunan
Latiao menyebabkan kejadian luar biasa keracunan pangan (KLBKP) di tujuh daerah Indonesia. Wilayah - wilayah tersebut, yakni Tangerang Selatan, Sukabumi, Lampung, Wonosobo, Pamekasan, Riau dan Bandung Barat.

Untuk mencegah kasus seperti itu di daerah lain, BPOM segera menarik Latiao dari pasaran serta menghapus produk Latiao dari platform daring dengan melakukan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi Digital (Komdigu).

3. Tercemar Bakteri Bacillus Cereus
Empat jenis produk Latiao menunjukkan bahwa latiao positif mengandung bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah dan sakit perut.

Keempat produk tersebut adalah Lianggui Latiao, Luvmi Hot Spicy Latiao, KK Boy Latiao, serta Candy Joy Latiao. Saat ini terdapat 73 jenis produk Latiao yang terdaftar di BPOM.

Berdasarkan hasil laboratorium BPOM, Latiao telah terkontaminasi bakteri bacillus cereus, gang menghasilkan racun atau toksin.

Bakteri bacillus cereus ditemukan di jajanan Latiao, kemungkinan berasal dari bahan yang ada pada produk tersebut. Meski bakteri ini termasuk dalam kategori risiko rendah, namun bakteri tetap berkembang dan menunjukkan adanya potensi kontaminasi dari bahan pangan yang ada di dalam kemasan. Kondisi ini semakin diperparah dengan lingkungan seperti kurangnya sterilitas saat pengemasan atau pun suhu.

BPOM mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kemasan produk pangan seperti memperhatikan komposisi, masa izin edar pada produk pangan, dan kadaluarsa.

4. Tidak Patuh CPerPOB
Latiao yang menyebabkan keracunan di 7 daerah di wilayah Indonesia, membuat BPOM mengambil pengujian sampel di wilayah yang terdampak keracunan latiao, serta memeriksa gudang distribusi produk dan importir, dan memastikan kepatuhan pada Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).

Saat BPOM memeriksa sarana peredaran gudang importir serta distributor, BPOM menemukan ketidakpatuhan pada ketentuan penerapan cara peredaran pangan olahan yang baik (CperPOB). Maka dari itu, BPOM langsung memerintahkan importir untuk menarik segera produk dari peredaran.

Baca Juga: Jajanan China Latiao Picu Keracunan di 7 Daerah, BPOM Tarik Produk dari Pasaran

Selain itu BPOM juga membuat langkah pencegahan lebih lanjut dengan menginstruksikan penarikan serta pemusnahan produk Latiao dari pasar, serta akan memantau kepatuhan importir pada pelaksanaannya.

Demikian 4 Fakta Latiao, jajanan viral yang berasal dari China yang kini izinnya ditarik sementara oleh BPOM.

MG/ Ummu Hanni
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perluas Jaringan di...
Perluas Jaringan di 30 Titik Indonesia, Nia Nature Sediakan Suplemen Herbal Berstandar BPOM
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Spons Cuci Piring Bisa...
Spons Cuci Piring Bisa Jadi Sarang Bakteri, Dokter Sarankan Ganti Seminggu Sekali
Hati-hati! BPOM Sebut...
Hati-hati! BPOM Sebut Kosmetik Mengandung Merkuri dan Steroid Sangat Berbahaya
BPOM Temukan 11 Kosmetik...
BPOM Temukan 11 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri hingga Pemicu Kanker
Aturan Baru, BPOM Siap...
Aturan Baru, BPOM Siap Tindak Tegas Penjualan Obat Ilegal di Minimarket
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Berita Terkini
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved