Kelahiran Caesar Pengaruhi Imunitas Anak
Minggu, 30 Agustus 2020 - 08:30 WIB
loading...
Keputusan tindakan caesar harus melalui prosedur medis, karena metode persalinan ini dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun panjang. Foto Ilustrasi/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi tindakan persalinan caesar di Indonesia angkanya mencapai 17,6%.
Menurut Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal DR. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), dalam banyak kasus, operasi caesar adalah prosedur yang menyelamatkan jiwa. Faktor medis seperti paritas, panggul yang sempit, ketuban pecah dini, pre-eklamsia, janin terlalu besar, kelainan letak janin, dan janin kembar, serta faktor non-medis seperti kondisi psikis ibu bisa meningkatkan risiko melahirkan secara caesar.
“Keputusan tindakan persalinan caesar harus melalui prosedur medis, karena metode caesar pada persalinan dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar dr. Ali dalam Seminar Digital “Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat” yang diselenggarakan oleh Nutriclub. (Baca Juga: Kesalahan Memotong Sayuran Bisa Memengaruhi Nilai Gizi )
Masalahnya, kelahiran caesar dapat memengaruhi sistem imun anak. Sebab, jalur lahir bisa memengaruhi kolonisasi bakteri dan mikrobiota saluran cerna yang penting untuk perkembangan imunitas anak.
Metode persalinan juga menentukan jenis mikrobiota yang nanti akan menghuni usus anak. Anak yang lahir secara normal akan dikolonisasi oleh bakteri vagina dan feses Ibu, termasuk Lactobacillus dan Bifidobacterium. Sedangkan anak yang lahir caesar, proses kolonisasi mikrobiotanya terpengaruh faktor eksternal sehingga terjadi ketidakseimbangan mikrobiota usus.
Menurut Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal DR. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), dalam banyak kasus, operasi caesar adalah prosedur yang menyelamatkan jiwa. Faktor medis seperti paritas, panggul yang sempit, ketuban pecah dini, pre-eklamsia, janin terlalu besar, kelainan letak janin, dan janin kembar, serta faktor non-medis seperti kondisi psikis ibu bisa meningkatkan risiko melahirkan secara caesar.
“Keputusan tindakan persalinan caesar harus melalui prosedur medis, karena metode caesar pada persalinan dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar dr. Ali dalam Seminar Digital “Optimalkan Imunitas Anak Kelahiran Caesar dengan Mikrobiota Sehat” yang diselenggarakan oleh Nutriclub. (Baca Juga: Kesalahan Memotong Sayuran Bisa Memengaruhi Nilai Gizi )
Masalahnya, kelahiran caesar dapat memengaruhi sistem imun anak. Sebab, jalur lahir bisa memengaruhi kolonisasi bakteri dan mikrobiota saluran cerna yang penting untuk perkembangan imunitas anak.
Metode persalinan juga menentukan jenis mikrobiota yang nanti akan menghuni usus anak. Anak yang lahir secara normal akan dikolonisasi oleh bakteri vagina dan feses Ibu, termasuk Lactobacillus dan Bifidobacterium. Sedangkan anak yang lahir caesar, proses kolonisasi mikrobiotanya terpengaruh faktor eksternal sehingga terjadi ketidakseimbangan mikrobiota usus.
Lihat Juga :