Deddy Corbuzier Siap Ribut Kalau Kreator Konten Jadi Target RCTI
Minggu, 30 Agustus 2020 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
"Gue ngerti, dalam situasi ini, mereka salah satu kesenangannya main sosial media, (membuat) eksposur. Dengan PSBB seperti sekarang, nggak bisa ke mana-mana, kerja susah, ketika ada berita seperti ini, pasti mereka marah," kata Deddy.
Deddy mengibaratkan, perasaan yang dialami para kreaton konten itu seperti ketika seseorang mengambil mainan dari tangan anak kecil, yang sudah pasti marah.
"Ketika ada berita seperti ini, seperti you're taking a toy from a kid. Jadi wajar kalau mereka marah, karena para content creator itu berpikir, lo tahu nggak, kita masih bisa bertahan di tengah pandemi karena kita punya ini semua. Dan nggak ada satu pun orang yang berhak mengambil itu," beber Deddy. (Baca Juga: Podcast dengan RCTI, Deddy Corbuzier: Content Creator Dilindungi, Tanggung Jawab di OTT )
Pernyataan Deddy diamini oleh Dini maupun Christophorus. Apalagi sikap seperti itu merupakan tipikal masyarakat Indonesia yang suka emosional dan memang harus disampaikan.
Dini menegaskan, apa yang dilakukan RCTI bukan untuk membatasi ruang gerak para kreator konten. Apalagi televisi swasta pertama di Indonesia itu sendiri menaungi sejumlah kreator konten.
Deddy mengibaratkan, perasaan yang dialami para kreaton konten itu seperti ketika seseorang mengambil mainan dari tangan anak kecil, yang sudah pasti marah.
"Ketika ada berita seperti ini, seperti you're taking a toy from a kid. Jadi wajar kalau mereka marah, karena para content creator itu berpikir, lo tahu nggak, kita masih bisa bertahan di tengah pandemi karena kita punya ini semua. Dan nggak ada satu pun orang yang berhak mengambil itu," beber Deddy. (Baca Juga: Podcast dengan RCTI, Deddy Corbuzier: Content Creator Dilindungi, Tanggung Jawab di OTT )
Pernyataan Deddy diamini oleh Dini maupun Christophorus. Apalagi sikap seperti itu merupakan tipikal masyarakat Indonesia yang suka emosional dan memang harus disampaikan.
Dini menegaskan, apa yang dilakukan RCTI bukan untuk membatasi ruang gerak para kreator konten. Apalagi televisi swasta pertama di Indonesia itu sendiri menaungi sejumlah kreator konten.
(tsa)
Lihat Juga :