Putri Yuriko Meninggal Dunia, Anggota Tertua Kekaisaran Jepang
Sabtu, 16 November 2024 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
"Pada hari-hari cerah, ia duduk di taman istana atau didorong dengan kursi rodanya," kata sumber terdekat kepada CNN.
Sementara, sumber Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengatakan bahwa Yuriko dirawat di rumah sakit setelah terkena stroke dan telah keluar masuk perawatan intensif sejak saat itu. Kondisi kesehatannya secara keseluruhan memburuk selama seminggu terakhir.
Putri Yeriko lahir pada 1923 sebagai seorang bangsawan. Dia menikah dengan Pangeran Mikasa, adik laki-laki Hirohito dan paman dari Kaisar Jepang saat ini, Naruhito.
Pernikahan berlangsung saat usianya menginjak 18 tahun, tepat sebelum dimulainya Perang Dunia II. Dia kemudian menceritakan kehidupannya di tempat penampungan bersama suami dan bayi perempuan mereka setelah rumah mereka dibakar dalam pengeboman Tokyo oleh AS saat perang berakhir pada 1945.
Mikasa dan Yuriko adalah orang tua dari lima anak dan Yuriko hidup lebih lama dari suaminya dan ketiga putra mereka. Dia mengabdi pada keluarga kerajaan dan mengambil bagian dalam kegiatan filantropi selama kehidupan publiknya.
Dalam skala yang lebih besar, kematian sang Putri membuat keluarga Kekaisaran Jepang yang "semakin menyusut" menjadi hanya 16 orang.
Sementara, sumber Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengatakan bahwa Yuriko dirawat di rumah sakit setelah terkena stroke dan telah keluar masuk perawatan intensif sejak saat itu. Kondisi kesehatannya secara keseluruhan memburuk selama seminggu terakhir.
Putri Yeriko lahir pada 1923 sebagai seorang bangsawan. Dia menikah dengan Pangeran Mikasa, adik laki-laki Hirohito dan paman dari Kaisar Jepang saat ini, Naruhito.
Pernikahan berlangsung saat usianya menginjak 18 tahun, tepat sebelum dimulainya Perang Dunia II. Dia kemudian menceritakan kehidupannya di tempat penampungan bersama suami dan bayi perempuan mereka setelah rumah mereka dibakar dalam pengeboman Tokyo oleh AS saat perang berakhir pada 1945.
Mikasa dan Yuriko adalah orang tua dari lima anak dan Yuriko hidup lebih lama dari suaminya dan ketiga putra mereka. Dia mengabdi pada keluarga kerajaan dan mengambil bagian dalam kegiatan filantropi selama kehidupan publiknya.
Dalam skala yang lebih besar, kematian sang Putri membuat keluarga Kekaisaran Jepang yang "semakin menyusut" menjadi hanya 16 orang.
Lihat Juga :