Ini Bahaya Aspirin bagi Lansia
Senin, 31 Agustus 2020 - 10:45 WIB
loading...
Foto/i-Stockphoto
A
A
A
JAKARTA - Sebuah riset studi baru dari Monash University menemukan fakta menarik tentang aspirin, obat yang sudah dikenal dan dikonsumsi sebagai bentuk pencegahan penyakit secara medis.
Dalam data studi analisis ASPREE (ASPirin in Reducing Events in the Elderly) disebutkan bahwa mengonsumsi aspirin yang dilakukan lansia dengan usia 70 tahun ke atas dapat meningkatkan risiko pendarahan saluran pencernaan atau gastrointestinal bleeding (GI). (Baca: Dokter Yunani Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Buatan Rusia)
Dr Suzanne Mahady dari Monash University yang memimpin tim riset internasional untuk penelitian ini mengatakan bahwa salah satu efek samping yang paling umum mengonsumsi aspirin adalah pendarahan. “Secara medis pun sangat berisiko tinggi untuk para lansia,” ujarnya dari siaran pers yang diterima.
Dengan lebih dari 19.000 partisipan lansia dari Australia dan AS yang dikumpulkan selama hampir lima tahun, penelitian ini menunjukkan bahwa risiko pendarahan saluran pencernaan yang dapat dialami lansia akibat mengonsumsi aspirin secara harian yaitu sekitar 60%.
Angka risiko ini terus meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. “Pendarahan yang dialami dapat menyebabkan pasien harus menerima perawatan rumah sakit, bahkan dapat berujung kematian,” ucap dr Mahady.
Aspirin adalah obat untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang, seperti nyeri otot, sakit gigi, pilek, dan sakit kepala. Aspirin juga berguna untuk meredakan nyeri dan bengkak yang disebabkan kondisi tertentu. (Baca juga: Pertanyakan BLT, Warga Aceh Utara Luka Parah Dibacok Kepala Desa)
Di Prancis, secara regulasi pasien diwajibkan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli obat pereda nyeri jenis apa pun demi menghindari jatuhnya korban akibat mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai.
Dalam data studi analisis ASPREE (ASPirin in Reducing Events in the Elderly) disebutkan bahwa mengonsumsi aspirin yang dilakukan lansia dengan usia 70 tahun ke atas dapat meningkatkan risiko pendarahan saluran pencernaan atau gastrointestinal bleeding (GI). (Baca: Dokter Yunani Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Buatan Rusia)
Dr Suzanne Mahady dari Monash University yang memimpin tim riset internasional untuk penelitian ini mengatakan bahwa salah satu efek samping yang paling umum mengonsumsi aspirin adalah pendarahan. “Secara medis pun sangat berisiko tinggi untuk para lansia,” ujarnya dari siaran pers yang diterima.
Dengan lebih dari 19.000 partisipan lansia dari Australia dan AS yang dikumpulkan selama hampir lima tahun, penelitian ini menunjukkan bahwa risiko pendarahan saluran pencernaan yang dapat dialami lansia akibat mengonsumsi aspirin secara harian yaitu sekitar 60%.
Angka risiko ini terus meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. “Pendarahan yang dialami dapat menyebabkan pasien harus menerima perawatan rumah sakit, bahkan dapat berujung kematian,” ucap dr Mahady.
Aspirin adalah obat untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang, seperti nyeri otot, sakit gigi, pilek, dan sakit kepala. Aspirin juga berguna untuk meredakan nyeri dan bengkak yang disebabkan kondisi tertentu. (Baca juga: Pertanyakan BLT, Warga Aceh Utara Luka Parah Dibacok Kepala Desa)
Di Prancis, secara regulasi pasien diwajibkan berkonsultasi terlebih dahulu sebelum membeli obat pereda nyeri jenis apa pun demi menghindari jatuhnya korban akibat mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai.
Lihat Juga :