Tak Mudah Melawan Kanker Paru, Akses Pengobatan Pengaruhi Penderita

Senin, 31 Agustus 2020 - 12:15 WIB
loading...
Tak Mudah Melawan Kanker...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - Tak disangkal, melawan kanker bukanlah perkara mudah. Realitanya, pasien kanker paru tidak hanya berjuang melawan kesakitan fisik tetapi juga menghadapi beban psikososial sekaligus materi pada keluarga maupun negara.

Kondisi ini lah yang mengakibatkan adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi dari sisi pasien kanker paru, bahkan di masa pandemi seperti sekarang ini. Padahal, pasien kanker memiliki hak untuk memperoleh akses kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau seperti diatur dalam perundangan. (Baca: Dokter Yunani Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Buatan Rusia)

Seperti dikatakan oleh Aryanthi Baramuli Putri selaku Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC).

“Akses pengobatan terhadap pasien kanker paru akan mempengaruhi kondisi mereka. Oleh karena itu, penting adanya kolaborasi berkesinambungan dari semua pihak baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat,” ujar Aryanthi.

Pengobatan yang tepat diperlukan untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien. Sehingga di masa yang akan datang, kanker diharapkan bukan lagi merupakan “vonis kematian” bagi pasien kanker di Indonesia.

“Untuk itu perkembangan inovasi pengobatan kanker paru harus terus didukung oleh semua pihak untuk menciptakan layanan kesehatan terbaik bagi pasien kanker paru, terutama dengan membuka akses pengobatan baru yang mereka butuhkan agar memiliki harapan hidup yang lebih baik,” kata Ida Kusuma, pasien kanker paru. (Baca juga: Reaksi Pangima TNI Soal Insiden Penyerangan Mapolsek Ciracas)

Perlu diketahui, kanker paru bukan hanya menjadi ancaman perokok saja. Yang tidak merokok pun juga bisa terkena. Masih ingat dengan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang divonis kanker paru-paru stadium IV.

Padahal, almarhum mengaku selama ini tidak merokok dan selalu mengonsumsi makanan sehat, serta bergaya hidup aktif, serta tidak memiliki riwayat kanker di keluarga. Faktanya, sekitar 20 persen penduduk AS meninggal akibat kanker jenis itu tiap tahunnya sementara mereka tidak merokok.

Walau tidak selalu menyerang perokok aktif, tetap saja perokok adalah golongan yang paling tinggi risiko terkena. perokok yang berusia 40 tahun ke atas lebih berisiko karena mereka sudah lama merokok. (Lihat videonya: Polsek Ciracas Dibakar Gerombolan Tak Dikenal)

Timbunan residu rokok di dalam paru-paru inilah yang menyebabkan kanker akhirnya muncul. Risiko yang sama bahkan lebih tinggi pada mereka yang terpapar asap rokok atau perokok pasif. Aliran asap yang masuk ke napas dapat merusak saluran pernapasan manusia. Asap rokok sendiri adalah karsinogen sehingga berpotensi menyebabkan kanker dalam tubuh manusia. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkes Dante: Kanker...
Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Transformasi Rejuve...
Transformasi Rejuve Dorong Kebiasaan Hidup Sehat
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Berita Terkini
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved