Di Balik Kecantikan Dekorasi, Ada Estetika dan Persiapan yang Matang
Jum'at, 29 November 2024 - 08:36 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Mendirikan sebuah bisnis tidak lepas dari kelekatan dan kepiawaian seorang pemiliknya terutama bisnis di bidang jasa seperti event dekorator. Menjadi seorang dekorator dan konseptor sebuah event bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keterampilan manajerial, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk memastikan setiap acara mendapatkan hasil yang memuaskan.
Pendidikan yang tinggi dan prestige, tak membuat Emilia Tjongkono minder untuk memulai usaha dari nol. Di awal tahun 2015 sejak memutuskan untuk tinggal di Bali, Emilia awalnya belum berencana untuk berkecimpung ke dunia dekorator & agensi visual. Berawal dari hobi dan kecintaannya akan dekorasi visual, Emilia mulai belajar merangkai bunga secara otodidak dan menawarkan jasanya ke teman-temannya hingga akhirnya ia membentuk Designmill Co.
Emilia menceritakan, “Dari awal mulai saya menawarkan jasa yang berbeda dengan dekorasi yang lain, karena mengawinkan dekorasi dengan background visual communication sehingga Designmill Co juga menawarkan jasa design craft/pernak pernik termasuk invitation, menu, table number, dll. Bedanya kita pada saat itu menawarkan end-to-end service,” ungkapnya.
Sekarang tak hanya mendekorasi sebuah acara, Designmill Co mengembangkan jasanya mulai dari konsultasi dan mengkonsep sebuah acara, produksi konsep, termasuk segala turunan produk lainnya seperti digital marketing, management, dan lainnya.
Sempat jatuh akibat pandemic Covid-19 yang membuat banyak acara wedding harus berhenti di Bali, tak membuat wanita lulusan Bachelor of Visual Communication di Australia & Harvard Business ini menyerah. Designmill Co melakukan terobosan dengan membantu para home industry agar tetap bisa bertahan. Dengan melakukan pivot, Designmill Co bisa membantu home industri & tetap menggaji tim Designmill Co.
Pendidikan yang tinggi dan prestige, tak membuat Emilia Tjongkono minder untuk memulai usaha dari nol. Di awal tahun 2015 sejak memutuskan untuk tinggal di Bali, Emilia awalnya belum berencana untuk berkecimpung ke dunia dekorator & agensi visual. Berawal dari hobi dan kecintaannya akan dekorasi visual, Emilia mulai belajar merangkai bunga secara otodidak dan menawarkan jasanya ke teman-temannya hingga akhirnya ia membentuk Designmill Co.
Emilia menceritakan, “Dari awal mulai saya menawarkan jasa yang berbeda dengan dekorasi yang lain, karena mengawinkan dekorasi dengan background visual communication sehingga Designmill Co juga menawarkan jasa design craft/pernak pernik termasuk invitation, menu, table number, dll. Bedanya kita pada saat itu menawarkan end-to-end service,” ungkapnya.
Sekarang tak hanya mendekorasi sebuah acara, Designmill Co mengembangkan jasanya mulai dari konsultasi dan mengkonsep sebuah acara, produksi konsep, termasuk segala turunan produk lainnya seperti digital marketing, management, dan lainnya.
Sempat jatuh akibat pandemic Covid-19 yang membuat banyak acara wedding harus berhenti di Bali, tak membuat wanita lulusan Bachelor of Visual Communication di Australia & Harvard Business ini menyerah. Designmill Co melakukan terobosan dengan membantu para home industry agar tetap bisa bertahan. Dengan melakukan pivot, Designmill Co bisa membantu home industri & tetap menggaji tim Designmill Co.
Lihat Juga :