5 Langkah Strategis Evaluasi Keuangan Jelang Akhir Tahun
Sabtu, 30 November 2024 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
2. Periksa pertumbuhan aset
Evaluasi aset yang anda miliki mulai dari tabungan investasi hingga properti. Catat perkembangannya dibandingkan dengan awal tahun Apakah aset Anda bertumbuh sesuai target atau Justru malah stagnan. Anda juga bisa memonitor imbal hasil dari emas Reksadana ataupun saham yang anda investasikan. Anda bisa mencatatkan mana saja instrumen investasi yang paling memberikan imbal hasil paling tinggi.
Dari evaluasi itulah Anda bisa belajar mana instrumen investasi yang paling tepat yang bisa Anda gunakan di tahun berikutnya. Namun, hal tersebut tentu saja tidak menjadi patokan untuk menggelontorkan semua dana di satu keranjang saja. Anda perlu melakukan diversifikasi dalam berinvestasi sehingga jika ada hal yang tidak diharapkan, masih ada cadangan lain yang bisa membantu keuangan Anda.
3. Evaluasi tujuan keuangan
Jika Anda memiliki resolusi tahun lalu seperti membeli rumah atau melunasi utang kredit cepat sebelum jatuh tempo, bisa dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Namun, jika ternyata resolusi tersebut tidak juga tercapai, Anda bisa mengidentifikasi apa saja hambatan yang anda temui.
Tujuan yang tidak realistis biasanya juga menjadi salah satu penyebab kegagalan. Sebagai contoh Anda memiliki keinginan untuk membeli sebuah mobil baru seharga Rp 200 jutaan. Tetapi saat ini pendapatan Anda masih UMR, tentu saja hal tersebut masih cukup jauh dari yang diharapkan.
Langkah solutif yang perlu Anda lakukan adalah dengan mempertimbangkan di masa yang mendatang mengurangi pengeluaran sekunder seperti hiburan atau langganan yang tidak perlu. Misalnya Anda tidak perlu lagi berlangganan video on demand yang dirasa tidak memberikan dampak atau peningkatan produktivitas.
Evaluasi aset yang anda miliki mulai dari tabungan investasi hingga properti. Catat perkembangannya dibandingkan dengan awal tahun Apakah aset Anda bertumbuh sesuai target atau Justru malah stagnan. Anda juga bisa memonitor imbal hasil dari emas Reksadana ataupun saham yang anda investasikan. Anda bisa mencatatkan mana saja instrumen investasi yang paling memberikan imbal hasil paling tinggi.
Dari evaluasi itulah Anda bisa belajar mana instrumen investasi yang paling tepat yang bisa Anda gunakan di tahun berikutnya. Namun, hal tersebut tentu saja tidak menjadi patokan untuk menggelontorkan semua dana di satu keranjang saja. Anda perlu melakukan diversifikasi dalam berinvestasi sehingga jika ada hal yang tidak diharapkan, masih ada cadangan lain yang bisa membantu keuangan Anda.
3. Evaluasi tujuan keuangan
Jika Anda memiliki resolusi tahun lalu seperti membeli rumah atau melunasi utang kredit cepat sebelum jatuh tempo, bisa dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Namun, jika ternyata resolusi tersebut tidak juga tercapai, Anda bisa mengidentifikasi apa saja hambatan yang anda temui.
Tujuan yang tidak realistis biasanya juga menjadi salah satu penyebab kegagalan. Sebagai contoh Anda memiliki keinginan untuk membeli sebuah mobil baru seharga Rp 200 jutaan. Tetapi saat ini pendapatan Anda masih UMR, tentu saja hal tersebut masih cukup jauh dari yang diharapkan.
Langkah solutif yang perlu Anda lakukan adalah dengan mempertimbangkan di masa yang mendatang mengurangi pengeluaran sekunder seperti hiburan atau langganan yang tidak perlu. Misalnya Anda tidak perlu lagi berlangganan video on demand yang dirasa tidak memberikan dampak atau peningkatan produktivitas.
Lihat Juga :