Camilan dan Madu UMKM Sumbawa Tembus Pasar Nasional
Jum'at, 06 Desember 2024 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah menerapkan ilmu yang saya dapatkan selama pelatihan tatap muka tentang pengemasan produk dan pencitraan merek, orang-orang menjadi lebih mengenal produk saya dan Almira Catering. Alhamdulillah, penjualan saya meningkat berkat ilmu diversifikasi produk dari Bale Berdaya, yang mendorong saya untuk berani membuat varian baru. Produk-produk baru tersebut langsung disukai pasar. Berkat hal ini, penjualan saya kini sudah mencapai luar Sumbawa, termasuk ke Jakarta," ujar Tenri.
Tenri menambahkan, pembelajaran tentang pentingnya merek dan pengemasan di Bale Berdaya sangat inklusif. Selain teori, peserta juga mendapat kesempatan untuk langsung praktik, yaitu membuat sketsa kemasan sesuai keinginan mereka. Sketsa tersebut kemudian dibuat menjadi kemasan oleh mentor selama pelatihan “Branding dan Packaging”. Hal yang paling menarik baginya adalah bagaimana ia diajarkan untuk membangun cerita merek yang lebih baik dengan memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan produk.
Pengalaman serupa juga datang dari Indriani Imlassyafitri, pemilik UMKM King Bee Honey dari Kecamatan Lantung. Awalnya, madu King Bee dikemas menggunakan botol air mineral komersial berukuran 600 ml. Setelah mengikuti kelas tatap muka di Bale Berdaya, Indriani menyadari pentingnya kemasan untuk sebuah bisnis.
“Selama pelatihan, saya diajarkan cara membuat cerita merek untuk usaha madu dan mendesain kemasan agar lebih menarik perhatian konsumen. Hasilnya, saya dapat menjual lebih dari 15.000 ml madu per hari, bahkan sampai ke luar Sumbawa,” ungkapnya.
Indriani mengakui bahwa program Bale Berdaya, hasil kolaborasi AMMAN dan KUMPUL, telah memberikan banyak kemajuan bagi UMKM miliknya. Dari yang awalnya hanya menggunakan kemasan sederhana berukuran 600 ml, ia mulai berinovasi dengan mencoba kemasan yang lebih menarik dan bervariasi, seperti ukuran 150 ml, 250 ml, dan 500 ml.
Baca Juga: Ratu Camilla Ingin Charles Jadi Raja Selamanya, Tolak Pengalihan Kuasa ke Pangeran William
Tenri menambahkan, pembelajaran tentang pentingnya merek dan pengemasan di Bale Berdaya sangat inklusif. Selain teori, peserta juga mendapat kesempatan untuk langsung praktik, yaitu membuat sketsa kemasan sesuai keinginan mereka. Sketsa tersebut kemudian dibuat menjadi kemasan oleh mentor selama pelatihan “Branding dan Packaging”. Hal yang paling menarik baginya adalah bagaimana ia diajarkan untuk membangun cerita merek yang lebih baik dengan memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan produk.
Pengalaman serupa juga datang dari Indriani Imlassyafitri, pemilik UMKM King Bee Honey dari Kecamatan Lantung. Awalnya, madu King Bee dikemas menggunakan botol air mineral komersial berukuran 600 ml. Setelah mengikuti kelas tatap muka di Bale Berdaya, Indriani menyadari pentingnya kemasan untuk sebuah bisnis.
“Selama pelatihan, saya diajarkan cara membuat cerita merek untuk usaha madu dan mendesain kemasan agar lebih menarik perhatian konsumen. Hasilnya, saya dapat menjual lebih dari 15.000 ml madu per hari, bahkan sampai ke luar Sumbawa,” ungkapnya.
Indriani mengakui bahwa program Bale Berdaya, hasil kolaborasi AMMAN dan KUMPUL, telah memberikan banyak kemajuan bagi UMKM miliknya. Dari yang awalnya hanya menggunakan kemasan sederhana berukuran 600 ml, ia mulai berinovasi dengan mencoba kemasan yang lebih menarik dan bervariasi, seperti ukuran 150 ml, 250 ml, dan 500 ml.
Baca Juga: Ratu Camilla Ingin Charles Jadi Raja Selamanya, Tolak Pengalihan Kuasa ke Pangeran William
Lihat Juga :