Kontroversi Ibu Negara Korea Selatan, Diungkap lewat Film Dokumenter First Lady

Rabu, 11 Desember 2024 - 21:00 WIB
loading...
Kontroversi Ibu Negara...
Film dokumenter First Lady hadir di tengah pemakzulan Presiden Korea Selatan. Foto/ allkpop
A A A
JAKARTA – Film dokumenter First Lady hadir di tengah pemakzulan terhadap presiden Korea Selatan yang tengah bergejolak.

Film produksi Kino Films yang dijadwalkan masuk bioskop pada 12 Desember 2024 ini mengungkap berbagai isu kontroversial Kim Keon Hee, istri Presiden Yoon Suk Yeol yang disinyalir telah menyalahgunakan kekuasaan.

Baca Juga: 3 Fakta Squid Game 2, Masuk Nominasi Golden Globes 2025 meski Belum Tayang

Netizen Korea Selatan menyambut positif dan antusias dengan apa yang diungkapkan dalam film ‘First Lady’. Namun, film yang ingin ditayangkan di depan Majelis Nasional dibatalkan.

“Sekretariat Majelis Nasional memberi tahu kami, bahwa mereka tidak akan mengizinkan pemutaran ‘First Lady’ di Majelis Nasional,” kata Kim Jun Hyuk, anggota parlemen dari Partai Demokrat.

“Saya memahami, bahwa Partai Kekuatan Rakyat menentang keras pemutaran film tersebut selama proses peninjauan reservasi tempat, yang mengarah pada ketidaksetujuannya,” ujar dia lagi.

Perilisan First Lady di Tengah Ancaman Pemakzulan

Kehadiran film First Lady semakin relevan mengingat ketegangan politik yang memuncak di Korea Selatan. Pasalnya, Presiden Yoon tengah menghadapi ancaman pemakzulan usai keputusan darurat militer yang dikeluarkannya pada 3 Desember 2024.

Namun, Majelis Nasional mengeluarkan resolusi yang menuntut pengakhiran darurat militer pada 4 Desember 2024.

Selanjutnya, Majelis Nasional melangsungkan pemungutan suara untuk mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon pada 7 Desember 2024. Mosi tersebut gagal, setelah anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat memilih meninggalkan sidang pleno. Sebagai tanggapan, partai-partai oposisi mengumumkan rencana untuk mengajukan mosi pemakzulan kedua

Dalam konteks ini, perilisan First Lady membawa dampak yang lebih besar, karena film ini semakin mempertegas isu-isu yang melibatkan kekuasaan pribadi Kim Keon Hee, yang diduga telah disalahgunakan.

Diharapkan First Lady dapat menjadi bahan perbincangan yang hangat di Korea Selatan dan di luar negeri.

Kontroversi Kim Keon Hee

Sebagai informasi, film ini akan menampilkan penampilan dari beberapa tokoh, terkait dengan kontroversi masa lalu yang melibatkan Kim Keon Hee. Termasuk di antaranya adalah Pendeta Choi Jae Young, yang menghadiahkan sebuah tas Dior.

Disusul dengan kemunculan Lee Myung Soo, seorang jurnalis dari Voice of Seoul, yang mengungkapkan isi percakapan panjangnya dengan Kim Keon Hee selama lebih dari tujuh jam saat pemilihan presiden ke-20.

Selain itu, tokoh lain yang juga akan muncul adalah Chung Dae Taek, seorang pebisnis yang terlibat dalam sengketa hukum dengan keluarga Kim Keon Hee selama lebih dari sepuluh tahun.

Tak hanya itu, akan tercuat lebih dalam kontroversi lainnya yaitu dugaan pemalsuan latar belakang akademik, plagiarisme tesis, serta keterlibatan dengan okultisme. Film ini juga menyoroti dugaan bahwa Kim Keon Hee telah mengintervensi kebijakan pemerintah, seperti perubahan rute jalan tol Yangpyeong yang diduga melibatkan dirinya, yang mana itu bukan tugas dari seorang istri presiden.

Pesan Tersirat

Film ini memiliki tujuan besar, terutama untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda mengenai pentingnya kesadaran politik. Produser film, Today Pictures, berharap agar para generasi muda, terutama mereka yang berusia 20 hingga 30-an, dapat menonton dengan pikiran terbuka dan tanpa prasangka.

"Ketika kita bersikap acuh tak acuh, monster yang hidup dalam kekuasaan akan lahir dan mengancam kehidupan damai kita," ujar perwakilan Today Pictures.

Baca Juga: Sinopsis The Brutalist, Cerita Perjuangan Pria Yahudi di AS yang Masuk Nominasi Golden Globe Awards 2025

Film First Lady bukan hanya menyajikan kisah kontroversial, tetapi juga mengajak publik untuk lebih peduli terhadap isu-isu kekuasaan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

First Lady menjadi sorotan penting menjelang akhir tahun ini, memperlihatkan kekuasaan yang telah lama dipertanyakan dan memberikan gambaran tentang bagaimana sebuah kekuasaan dapat disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

MG/Luthfiyyah Rahmadiena
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Berita Terkini
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Mengenal Penyakit Lyme,...
Mengenal Penyakit Lyme, Infeksi yang Diidap Bella Hadid hingga Sebabkan Gejala Kronis
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan...
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan Jadi Artis K-Pop dengan Wajah Tercantik, Aksi Donasinya Ikut Disorot
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Infografis
Profil Brigitte: Ibu...
Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved