Pangeran Harry Bakal Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Privasi

Jum'at, 13 Desember 2024 - 10:20 WIB
loading...
Pangeran Harry Bakal...
Pangeran Harry akan diperiksa intensif selama empat hari terkait kasus dugaan pelanggaran privasi oleh News Group Newspapers (NGN), penerbit The Sun. Foto/Getty Images
A A A
INGGRIS - Pangeran Harry akan diperiksa intensif selama empat hari terkait kasus dugaan pelanggaran privasi oleh News Group Newspapers (NGN), penerbit The Sun. Sidang pengadilan yang akan berlangsung selama delapan minggu ini dijadwalkan dimulai pada 20 Januari 2025.

Di mana Pangeran Harry diperkirakan hadir di pengadilan pada akhir Februari. Gugatan ini diajukan suami Meghan Markle itu bersama mantan Wakil Pemimpin Partai Buruh, Lord Tom Watson, atas tuduhan pengumpulan informasi secara ilegal dan pelanggaran privasi.

Dalam gugatan tersebut, pangeran 40 tahun itu bersikukuh untuk tidak menyelesaikan kasus ini secara damai dan menuntut akuntabilitas dari pihak tergugat. Ia juga berharap kasus ini dapat memberikan keadilan bagi ratusan orang lain yang terpaksa menyelesaikan masalah serupa.

Dilansir dari Express, Jumat (13/12/2024), Anthony Hudson KC, pengacara dari NGN, menyatakan bahwa kasus adik Pangeran William ini melibatkan 30 artikel yang memerlukan penjelasan sang pangeran mengenai setiap artikel.

Pangeran Harry Bakal Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Privasi

Foto/Getty Images

Baca Juga: Pangeran Harry Sindir Raja Charles di Film Dokumenter Terbaru, Singgung Adu Domba Ayah dan Anak



Selain itu, Harry juga diharuskan menjelaskan pengetahuan aktual dan yang dibangun terkait klaimnya. Hudson memperkirakan pemeriksaan terhadap ayah dua anak itu akan memakan waktu hingga empat hari agar proses pengadilan berjalan lancar.

"Jika kami mengatakan kurang dari empat hari, kami akan berisiko kehabisan waktu," kata Hudson.

Dalam wawancara di pertemuan puncak DealBook New York Times, putra bungsu Raja Charles III dan mendiang Putri Diana ini menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk mencapai akuntabilitas, bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk 1.300 orang lainnya yang mengalami pelanggaran serupa.

Ia kemudian menyoroti bahwa kasus ini juga menjadi upaya untuk mengungkap skala upaya penutupan fakta oleh NGN. "Tujuannya adalah akuntabilitas. Sesederhana itu. Sayangnya, skala upaya menutup-nutupi ini begitu besar sehingga orang-orang perlu melihatnya sendiri," jelas Harry.

Baca Juga: 3 Prestasi Pangeran Harry di Dunia Militer Inggris, Bunuh 25 Orang saat Tugas di Afganistan

"Bahkan jika atau ketika kami menang, saya tetap bertanggung jawab atas biaya hukum kedua belah pihak. Salah satu alasan utama untuk mewujudkan ini adalah akuntabilitas karena saya adalah orang terakhir yang benar-benar dapat mencapainya, dan juga penyelesaian bagi 1.300 orang ini dan keluarga mereka," lanjutnya.

Sementara itu, Hudson menilai bahwa komentar pangeran tersebut menunjukkan bahwa kasus ini bukan sekadar tuntutan pribadi tetapi lebih seperti penyelidikan publik terhadap praktik-praktik yang dilakukan NGN.

Ia berpendapat bahwa cara ini tidak memberikan peninjauan yang tepat terhadap klaim individu Harry. "Ini menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan tentang persidangan klaim-klaim individu ini, tentu saja bukan tentang klaim Duke," ujar Hudson.

"Ini tentang sesuatu yang sangat berbeda. Yang jelas ini tentang hampir secara definisi merupakan penyelidikan publik. Itu bukan peninjauan yang tepat atas klaimnya. Kami katakan itu tidak sah," tandasnya.

Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Berulah Lagi, Kembali Usik Keluarga Kerajaan
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Makin Terasing! Pangeran...
Makin Terasing! Pangeran Harry Tak Diundang ke Pernikahan Sepupunya, Peter Phillips
Sisi Lain Kate Middleton...
Sisi Lain Kate Middleton Terungkap, Ternyata Jago Main Beer Pong
Kabar Bahagia! Putri...
Kabar Bahagia! Putri Eugenie Umumkan Kehamilan Anak Ketiga
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Berita Terkini
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Vicky Shu Sindir Calo...
Vicky Shu Sindir Calo Konser BTS Patok Harga Selangit, Kesal Oknum Menimbun Tiket
Infografis
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved