Apakah Raja Charles III Bisa Mengajukan Pengunduran Diri?

Jum'at, 20 Desember 2024 - 14:40 WIB
loading...
Apakah Raja Charles...
Apakah Raja Charles III bisa mengajukan pengunduran diri dari Kerajaan Inggris? Foto/ reuters
A A A
JAKARTA - Apakah Raja Charles III bisa mengajukan pengunduran diri dari Kerajaan Inggris? Pertanyaan ini menjadi perbincangan usai kesehatan Raja Inggris itu semakin mengkhawatirkan akibat penyakit kanker yang diidapnya.

Melihat ke belakang, Charles III naik takhta menggantikan ibundanya, Ratu Elizabeth II, yang meninggal pada September 2022. Dia pun tercatat sebagai orang tertua dalam sejarah Inggris yang menjadi raja, tepatnya di usia ke-73 tahun.

Baca Juga: Jamaika Ingin Jadi Negara Pertama yang Lengserkan Raja Charles III

Belum lama memerintah Inggris, takhta yang dipegang Charles III menjadi sorotan, terlebih setelah dia didiagnosis menderita penyakit kanker. Dalam hal ini, muncul banyak spekulasi yang menyebut dirinya tidak akan lama lagi berkuasa dan segera digantikan Pangeran William selaku pewaris utama.

Lantas, apakah sebenarnya seorang Raja Inggris seperti Charles III ini bisa mengajukan pengunduran diri dari posisinya? Berikut ulasannya.

Apa Raja Charles III Bisa Mengajukan Pengunduran Diri?

Mengingat kondisi kesehatannya yang sudah tidak bagus lagi, sebagian pengamat berpandangan bahwa Raja Charles III akan segera turun takhta dan digantikan oleh pewaris utama, yaitu Pangeran William. Dalam hal ini, dia mungkin bisa mengajukan pengunduran diri karena pertimbangan kondisi kesehatan yang buruk.

Mengutip The Conversation, ada tiga pilihan yang bisa dilakukan saat Raja Inggris mengidap sakit parah. Masing-masing adalah menunjuk penasihat negara, perwalian, dan turun takhta.

1. Penasihat Negara

Maksud dari penunjukan penasihat negara adalah Raja Charles III mendelegasikan sebagian kecil atau sebagian besar fungsi kerajaan kepada penasihat negara. Mereka yang ditunjuk nantinya bertindak bersama-sama dalam menjalankan kekuasaan kerajaan seperti menyetujui undang-undang, menerima duta besar, dan menyelenggarakan rapat Dewan Penasihat.

Para penasihat negara ini bisa berasal dari istri raja dan empat orang dewasa berikutnya dalam garis suksesi takhta. Misal susunannya seperti Ratu Camilla, Pangeran William, Pangeran Harry, Pangeran Andrew, dan Putri Beatrice.

Sejalan dengan tugasnya, penasihat negara dapat menjalankan sebagian besar fungsi pemerintahan saat raja sakit. Tetapi, kekuasaan mereka tidak sampai wewenang untuk membubarkan parlemen atau mengangkat bangsawan baru, terkecuali lewat izin dari penguasa yang sah.

2. Perwalian

Pilihan kedua adalah perwalian. Keputusan ini bisa diambil jika Raja Inggris tidak mampu memimpin secara pikiran atau fisik untuk sementara waktu.

Undang-Undang Kerajaan Inggris mengharuskan Pangeran William untuk menjadi wali, sebab dia adalah pewaris utama tahta kerajaan setelah Charles III. Wali di sini memiliki kekuasaan seperti Raja dalam hal Kerajaan Inggris, tetapi tidak dapat mengubah urutan pewaris tahta ke depannya.

3. Turun Takhta

Pilihan terakhir bagi raja yang tidak berdaya dalam kondisi seperti sakit parah adalah turun takhta. Namun, turunnya Charles III saat ini akan lebih rumit daripada turun takhtanya Raja Edward VIII pada tahun 1936.

Baca Juga: Tanda Pangeran Harry dan Meghan Markle Dukung Jamaika Lengserkan Raja Charles III

Saat Raja Edward VIII turun takhta pada 1936, hal itu dicapai melalui instrumen yang ditandatangani dan pemberlakuan undang-undang yang disetujui oleh berbagai kerajaan, termasuk Australia. Masalahnya, hal demikian tidak mungkin dilakukan saat ini, sebab Inggris tidak dapat lagi membuat undang-undang terkait Australia.

Melihat potensi kekacauan konstitusional dalam menangani peran Raja di 14 wilayah kekuasaan di luar Inggris Raya, besar kemungkinan turun takhta ini dapat dihindari. Meski begitu, semua ini akan bergantung pada keputusan elit kerajaan ke depannya, termasuk kesanggupan Raja Charles III sendiri dalam memerintah.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
Makin Terasing! Pangeran...
Makin Terasing! Pangeran Harry Tak Diundang ke Pernikahan Sepupunya, Peter Phillips
Sisi Lain Kate Middleton...
Sisi Lain Kate Middleton Terungkap, Ternyata Jago Main Beer Pong
Kabar Bahagia! Putri...
Kabar Bahagia! Putri Eugenie Umumkan Kehamilan Anak Ketiga
Pangeran Harry Digugat...
Pangeran Harry Digugat Yayasan Amal yang Didirikannya, Konflik Kian Memanas!
Dianggap Mempermalukan...
Dianggap Mempermalukan Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew Dicabut dari Garis Suksesi
YouTuber Inggris Menguji...
YouTuber Inggris Menguji Siapa yang Lebih Cepat antara Pesawat dan Kereta Api
Inggris Komitmen Bantu...
Inggris Komitmen Bantu Indonesia Pulihkan 57 Taman Nasional
Rekomendasi
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Berita Terkini
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved