Ciputra Hospital Surabaya Miliki Alat Canggih Skrining untuk Kanker Payudara
Sabtu, 21 Desember 2024 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Guna membantu masyarakat dalam melakukan skrining dini terhadap risiko kanker payudara, Ciputra Hospital Surabaya menghadirkan Automated Breast Ultrasound (ABUS), teknologi 3D ultrasound untuk skrining payudara.
Dokter Spesialis Radiologi Ciputra Hospital Surabaya, dr Sidharta Sp.Rad mengatakan, ABUS merupakan pilihan skrining alternatif yang nyaman. Ciputra Hospital Surabaya memilih Invenia ABUS 2.0 untuk membantu meningkatkan deteksi kanker payudara pada wanita dengan payudara padat.
"Pemilihan ini sangat cocok untuk wanita di Asia dan di Indonesia, karena 76% hingga 80% wanita tergolong dari dense breast dengan klasifikasi sangat padat dan merupakan pemeriksaan yang nyaman tanpa radiasi," paparnya.
Dengan skrining dini, lanjut dia, diharapkan mampu menekan bertumbuhnya risiko kanker payudara dan mengurangi potensi kematian. Hasil pembacaan dari ABUS sendiri, lanjut dr Sidharta, sangat cepat sekitar 1-2 jam sudah bisa diketahui. "Kita hadir untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Kebetulan, saat ini hingga Februari 2025 ada promo hanya dengan Rp 1,5 juta bisa melakukan skrining ABUS di Ciputra Hospital Surabaya, sudah termasuk konsultasi dokter spesials dan radiologi," ungkapnya.
Salah satu pengurus Lovepink Indonesia (Organisasi non-profit yang berfokus pada Kampanye Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara), cabang Surabaya, Asih Suprapti berharap, skrining ABUS bisa menjadi layanan untuk deteksi dini kanker payudara, sehingga bisa menekan penderita baru. Karena risiko menderita kanker payudara itu tidak mengenal usia. “Di anggota kami, ada yang baru berusia 17 tahun sudah terkena kanker payudara. Bahkan sekitar 70 persen penderitanya berusia 50 tahun ke bawah," katanya.
Dokter Spesialis Radiologi Ciputra Hospital Surabaya, dr Sidharta Sp.Rad mengatakan, ABUS merupakan pilihan skrining alternatif yang nyaman. Ciputra Hospital Surabaya memilih Invenia ABUS 2.0 untuk membantu meningkatkan deteksi kanker payudara pada wanita dengan payudara padat.
"Pemilihan ini sangat cocok untuk wanita di Asia dan di Indonesia, karena 76% hingga 80% wanita tergolong dari dense breast dengan klasifikasi sangat padat dan merupakan pemeriksaan yang nyaman tanpa radiasi," paparnya.
Dengan skrining dini, lanjut dia, diharapkan mampu menekan bertumbuhnya risiko kanker payudara dan mengurangi potensi kematian. Hasil pembacaan dari ABUS sendiri, lanjut dr Sidharta, sangat cepat sekitar 1-2 jam sudah bisa diketahui. "Kita hadir untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Kebetulan, saat ini hingga Februari 2025 ada promo hanya dengan Rp 1,5 juta bisa melakukan skrining ABUS di Ciputra Hospital Surabaya, sudah termasuk konsultasi dokter spesials dan radiologi," ungkapnya.
Salah satu pengurus Lovepink Indonesia (Organisasi non-profit yang berfokus pada Kampanye Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara), cabang Surabaya, Asih Suprapti berharap, skrining ABUS bisa menjadi layanan untuk deteksi dini kanker payudara, sehingga bisa menekan penderita baru. Karena risiko menderita kanker payudara itu tidak mengenal usia. “Di anggota kami, ada yang baru berusia 17 tahun sudah terkena kanker payudara. Bahkan sekitar 70 persen penderitanya berusia 50 tahun ke bawah," katanya.
(tdy)
Lihat Juga :