Artis Park Ha Sun Jadi Korban Kejahatan Deepfake, Pelakunya Seorang Profesor

Selasa, 31 Desember 2024 - 16:20 WIB
loading...
Artis Park Ha Sun Jadi...
Artis Park Ha Sun mengaku jadi korban kejahatan deepfake dan pelakunya seorang profesor. Foto/ allkpop
A A A
JAKARTA - Artis Park Ha Sun mengaku jika dirinya adalah korban kejahatan deepfake dan pelakunya bukan orang sembarangan, yakni profesor di sebuah universitas.

Park Ha Sun berbagi cerita ini pada episode Hidden Eye MBC Every1 yang membahas masalah kejahatan deepfake. Dikutip Allkpop, awalnya pembawa acara Pyo Chang Won menyoroti meningkatnya jumlah kejahatan seksual terkait deepfake .

Baca Juga: Trending, Bot Telegram Manipulasi Foto Deepfake Telanjang

"Menurut laporan oleh firma keamanan luar negeri Chosar, 53% korban dalam konten eksploitasi eksplisit adalah warga Korea, dan 99% dari mereka yang digambarkan dalam video tersebut adalah perempuan," tuturnya.

Penyanyi Soyou ini kemudian berbagi pengalamannya sendiri sebagai korban deepfake. Dia mengatakan awalnya bisa mengalami masalah tersebut.

"Saya sebenarnya adalah korban kejahatan deepfake. Itu terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, saat istilah 'deepfake' belum ada. Seorang teman mengirimi saya video dan bertanya, 'Apakah ini kamu?' Saya terkejut saat memeriksa situs tersebut. Saya tidak mengerti apa yang saya lihat," tuturnya.

"Bahkan tahun ini, saya tidak menyadarinya sampai penggemar memberi tahu saya. Awalnya, hanya melihat foto-foto itu tidak terlalu memengaruhi saya karena sangat tidak masuk akal. Namun setelah menonton video-videonya, saya terus merasa tidak nyaman. Itu terjadi sekitar waktu saya syuting Hidden Eye," kata dia lagi.

Park Ha Sun juga mengungkapkan pengalamannya sebagai korban kejahatan deepfake. "Seseorang melaporkannya kepada saya di media sosial. Saya tidak pernah merasakan hal seperti itu dalam hidup saya—rasanya seperti darah terkuras dari tubuh saya. Saya merasa ngeri," ucap dia.

"Saya mengajukan gugatan, tetapi butuh waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya. Ketika pelakunya tertangkap, ternyata seorang profesor universitas. Ia datang sebagai penggemar, dan penggemar pria yang lebih tua sering berfoto bergandengan tangan di acara penggemar. Ia menggunakan salah satu foto tersebut, membagikannya di komunitas penggemar, dan membuat konten deepfake. Ia mengajukan banding atas kasus tersebut, tetapi ia hanya menerima denda," katanya lagi.

Deepfake sendiri merupakan teknik yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat foto, video dan audio palsu yang terlihat sangat realistis. Istilah deepfake berasal dari gabungan kata “deep learning” dan “fake”.

Deepfake dapat digunakan untuk berbagai hal, seperti mengedit suara orang menyanyi, menempelkan wajah seseorang ke badan orang lain, mengedit video orang terkenal, membuat filter foto untuk mengganti wajah, membuka rekening, mengajukan pinjaman atau mengakses akun tanpa terdeteksi.

Baca Juga: Waspada, Ini Daftar 10 Selebriti yang Sering Dipakai untuk Kejahatan Siber

Deepfake dapat memiliki dampak negatif yang signifikan, seperti: menyebarkan informasi palsu, manipulasi opini publik, merusak reputasi seseorang, memicu konflik sosial, merusak stabilitas politik dan ekonomi.

Untuk mendeteksi deepfake, para peneliti menggunakan analisis forensik digital, deteksi anomali dan machine learning.
(tdy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan...
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan Jadi Artis K-Pop dengan Wajah Tercantik, Aksi Donasinya Ikut Disorot
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Lisa BLACKPINK Akui...
Lisa BLACKPINK Akui Sering Patah Hati, Rumor Putus dari Frederic Arnault Makin Menguat
ENHYPEN Siap Comeback...
ENHYPEN Siap Comeback Agustus 2026, Proyek Perdana Usai Heeseung Keluar
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
BTS Rilis Spotify Music...
BTS Rilis Spotify Music Video Merry Go Round dari Album ARIRANG, Tayang 19 Juni
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Rekomendasi
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved