Mata Bisa Deteksi Dini Diabetes hingga Kanker, Perhatikan Tanda-tandanya
Rabu, 01 Januari 2025 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Pemeriksaan dini sangat penting dalam waktu lima tahun setelah deteksi, 25% pasien dengan diabetes Tipe 1 dan 40% dari mereka dengan diabetes Tipe 2 yang diobati dengan insulin dapat mengembangkan lesi mata yang mengancam penglihatan. Identifikasi yang tepat waktu dan pemantauan rutin dapat menurunkan risiko kebutaan yang disebabkan oleh diabetes yang tidak diobati.
2. Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol
Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi sering kali tidak disadari, namun keduanya menimbulkan risiko serius untuk penyakit jantung dan stroke. Anehnya, mata dapat menunjukkan tanda-tanda awal kondisi ini tanpa prosedur invasif. Pembuluh darah mata terlihat, menawarkan jendela unik untuk melihat kesehatan pembuluh darah.
Tekanan darah tinggi, yang sering disebut "pembunuh diam-diam," dapat menunjukkan tanda-tanda seperti penyempitan pembuluh darah atau kerusakan pada retina. Demikian pula, kolesterol tinggi dapat menyebabkan endapan kolesterol yang terlihat di dalam pembuluh darah, yang dikenal sebagai plak Hollenhorst, atau muncul sebagai lengkungan lipid di kornea dan bercak kekuningan (xanthelasma) di sekitar mata. Karena gejalanya mungkin tidak kentara atau berkembang secara bertahap, banyak pasien yang salah mengiranya sebagai perubahan normal. Pemeriksaan mata rutin dapat membantu mendeteksi masalah ini sejak dini, sehingga mendorong intervensi tepat waktu.
3. Glaukoma
Glaukoma, penyakit saraf optik yang tidak terlihat, sering kali berkembang tanpa gejala. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh tekanan mata yang tinggi akibat kelebihan humor akuos atau masalah drainase, yang menyebabkan hilangnya serabut saraf secara bertahap dan penyempitan bidang visual. Pada saat kehilangan penglihatan mulai terlihat, kerusakan saraf yang signifikan mungkin telah terjadi, yang seringkali tidak dapat diperbaiki. Glaukoma kronis dapat disebabkan oleh masalah mata atau obat-obatan seperti kortison.
Namun, glaukoma normotensif terjadi dengan tekanan mata normal dan dikaitkan dengan tekanan darah rendah atau kondisi seperti sleep apnea. Pasien dengan tipe iniPerlu evaluasi medis menyeluruh untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
2. Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol
Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi sering kali tidak disadari, namun keduanya menimbulkan risiko serius untuk penyakit jantung dan stroke. Anehnya, mata dapat menunjukkan tanda-tanda awal kondisi ini tanpa prosedur invasif. Pembuluh darah mata terlihat, menawarkan jendela unik untuk melihat kesehatan pembuluh darah.
Tekanan darah tinggi, yang sering disebut "pembunuh diam-diam," dapat menunjukkan tanda-tanda seperti penyempitan pembuluh darah atau kerusakan pada retina. Demikian pula, kolesterol tinggi dapat menyebabkan endapan kolesterol yang terlihat di dalam pembuluh darah, yang dikenal sebagai plak Hollenhorst, atau muncul sebagai lengkungan lipid di kornea dan bercak kekuningan (xanthelasma) di sekitar mata. Karena gejalanya mungkin tidak kentara atau berkembang secara bertahap, banyak pasien yang salah mengiranya sebagai perubahan normal. Pemeriksaan mata rutin dapat membantu mendeteksi masalah ini sejak dini, sehingga mendorong intervensi tepat waktu.
3. Glaukoma
Glaukoma, penyakit saraf optik yang tidak terlihat, sering kali berkembang tanpa gejala. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh tekanan mata yang tinggi akibat kelebihan humor akuos atau masalah drainase, yang menyebabkan hilangnya serabut saraf secara bertahap dan penyempitan bidang visual. Pada saat kehilangan penglihatan mulai terlihat, kerusakan saraf yang signifikan mungkin telah terjadi, yang seringkali tidak dapat diperbaiki. Glaukoma kronis dapat disebabkan oleh masalah mata atau obat-obatan seperti kortison.
Namun, glaukoma normotensif terjadi dengan tekanan mata normal dan dikaitkan dengan tekanan darah rendah atau kondisi seperti sleep apnea. Pasien dengan tipe iniPerlu evaluasi medis menyeluruh untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Lihat Juga :