Begini Situasi di China usai Wabah Virus HMPV Melanda
Rabu, 08 Januari 2025 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Peneliti CDC China Zheng Lishu menjelaskan bahwa HMPV bukanlah jenis virus baru dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran. "Bagi kebanyakan orang, infeksi HMPV bermanifestasi sebagai penyakit yang dapat sembuh sendiri, dan gejala kebanyakan orang berangsur-angsur mereda dalam waktu sekitar seminggu," jelas Zheng.
Baca Juga: Virus HMPV Terdeteksi di Indonesia, Ini 5 Cara Mencegahnya
Profesor Hsu Li Yang dari Sekolah Kesehatan Masyarakat NUS Saw Swee Hock di Singapura menyatakan bahwa RSV biasanya lebih sering menyerang dibanding HMPV. Sehingga lonjakan HMPV ini tidak luar biasa.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa antara 50 hingga 70 persen anak-anak telah terinfeksi HMPV pada usia dua tahun. Meskipun virus ini memiliki potensi menimbulkan wabah, skalanya tidak akan mendekati pandemi seperti Covid-19.
Otoritas kesehatan di China telah mengimbau masyarakat untuk sering mencuci tangan, menggunakan masker, dan menghindari tempat ramai. Langkah ini dianggap cukup untuk mencegah penyebaran HMPV dan infeksi pernapasan lainnya.
"Dalam hal virus yang menyebabkan wabah besar dengan lonjakan kasus, potensinya pasti ada. Namun, skalanya tidak akan mendekati Covid-19 atau influenza," ucap Hsu.
Baca Juga: Virus HMPV Terdeteksi di Indonesia, Ini 5 Cara Mencegahnya
Profesor Hsu Li Yang dari Sekolah Kesehatan Masyarakat NUS Saw Swee Hock di Singapura menyatakan bahwa RSV biasanya lebih sering menyerang dibanding HMPV. Sehingga lonjakan HMPV ini tidak luar biasa.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa antara 50 hingga 70 persen anak-anak telah terinfeksi HMPV pada usia dua tahun. Meskipun virus ini memiliki potensi menimbulkan wabah, skalanya tidak akan mendekati pandemi seperti Covid-19.
Otoritas kesehatan di China telah mengimbau masyarakat untuk sering mencuci tangan, menggunakan masker, dan menghindari tempat ramai. Langkah ini dianggap cukup untuk mencegah penyebaran HMPV dan infeksi pernapasan lainnya.
"Dalam hal virus yang menyebabkan wabah besar dengan lonjakan kasus, potensinya pasti ada. Namun, skalanya tidak akan mendekati Covid-19 atau influenza," ucap Hsu.
(dra)
Lihat Juga :